Share

Penggunaan Trototar dan Reklame di Bojonegoro Disorot Tim Kemenhub

Menurut tim penilai yang terdiri dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur dan Akademisi, Kabupaten Bojonegoro masih harus melakukan berbagai pembenahan. Hal ini lantaran kesadaran dan partisipasi masyarakat yang masih minim.

Bojonegoro (Media Center) – Tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) telah melakukan penilaian di Bojonegoro Jawa Timur pada Selasa (17/6/2014) kemarin, hasil penilaian itu dipaparkan di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro.

Menurut tim penilai yang terdiri dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur dan Akademisi, Kabupaten Bojonegoro masih harus melakukan berbagai pembenahan. Hal ini lantaran kesadaran dan partisipasi masyarakat yang masih minim.

Hendra, salah satu staf Kemenhub menyatakan, yang terlihat mencolok di Bojonegoro adalah penggunaan trotoar yang masih didominasi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) serta parkir sembarangan. Hal ini tentu saja menjadi catatan penting untuk dibenahi oleh instansi terkait.

“Perlengkapan dan rambu-rambu sudah mulai menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu, namun kurangnya partisipasi dan kesadaran masyarakat yang masih harus ditingkatkan,” ujarnya, Rabu (18/6/2014).

Berdasarkan Peraturan Menteri dan Direktorat Jenderal tentang kriteria penilaian WTN, Kabupaten Bojonegoro masih belum memenuhi beberapa poin seperti ketertiban parkir, rambu lalu lintas, penertiban trotoar dari PKL dan tiang-tiang iklan maupun reklame.

Meski demikian, tim penilai menyatakan bahwa Bojonegoro sudah mulai proses memenuhi kriteria WTN dan mengalami peningkatan yg cukup pesat. “Untuk marka jalan, Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai kriteria. Semoga bisa terus mempertahankan,” pungkasnya. (*/lyamcb)

Leave a Comment