Share

Peringati Haornas, Bupati Serahkan Piala Gerak Jalan

Bojonegoro, 9/9 (Media Center) – Peringatan Hari Olahraga Nasional tahun 2017 di Alun-alun Bojonegoro berlangsung sederhana dan khidmat, Jumat (8/9/2017). Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Bojonegoro, Suyoto. Sedangkan untuk Komandan upacara Ribut Margomulyanto, Kepala SMAN 2 Bojonegoro.

Upacara dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi Wanita antaralain Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Ketua Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Bojonegoro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Bojonegoro dan organisasi wanita lainnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Suyoto menyerahkan piala pada pemenang lomba gerak jalan 8 Km dan 17 Km dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 Tahun 2017 beberapa waktu lalu. Mulai tingkat SD/MI, jenjang SMP dan MTs, serta Jenjang SMA/MA/SMK dan akademisi.

Dengan rincian gerak jalan 8 kilometer tingkat SD/MI kelompok putri Juara I SDN Kauman 1 , Juara II SDN Kepatihan dan Juara III SDIT Insan Permata. Kelompok putra juara I, II dan III masing-masing SDN Kauman 1, SDN Banjarjo III dan MI Hidayatul Tolibin Bendo.

Sedangkan untuk Gerak Jalan 17 Km jenjang SMP/MTs putra juara I SMPN 1 Bojonegoro, Juara 2 dan 3 SMPN 2 Bojonegoro. Kelompok putri juara 1 SMPN 2 Bojonegoro, juara 2 diraih SMPN 1 Bojonegoro dan Juara 3 SMPN 1 Temayang.

Untuk kategori SMA/MA dan SMK putra juara 1 SMAN 3 Bojonegoro, juara 2 SMAN 4 Bojonegoro dan juara 3 SMAN 2 Bojonegoro. Gerak jalan 17 Km jenjang SMA/MA/SMK putri juara I,II dan III diraih oleh SMAN 3 Bojonegoro, SMAN 4 Bojonegoro dan SMKN 1 Bojonegoro.

Kemudian jenjang perguruan tinggi putra juara I Akes Rajekwesi Bojonegoro, Juara II UNUGIRI Bojonegoro dan Juara III STIE Cendikia Bojonegoro. Untuk kelompok putri Juara 1 diraih oleh AKBID Pemkab Bojonegoro, Juara II UNUGIRI Bojonegoro dan Juara III AKES Rajekwesi.

Bupati Bojonegoro Kang Yoto dihadapkan peserta upacara berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan. Karena di ujung jalan ada lubang yang siap menanti di akhir perjalanan kehidupan manusia.

“Lubang itu adalah sakit. Kita sangat berharap dalam perjalanan itu kita bisa melalui lubang itu dengan baik,” pesannya.

Bupati mengingatkan, dalam fase perjalanan hidup umat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan memiliki tugas membuat kisah dan cerita. Tugas sepanjang jalan menuju kematian itu adalah membuat cerita yang baik.

“Tuhan membuat hidup dan mati agar kita membuat cerita yang baik dan karya baik. Seperti kata pepatah gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia diakhir perjalanan hidupnya adalah meninggalkan cerita baik dan karya yang bermanfaat. karenanya sebagai manusia kita harus meninggalkan kisah yang baik yang akan dkenang oleh orang lain,” tutur bupati dua periode yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Agar hidup punya cerita, Kang Yoto, mengajak bersama-sama untuk bisa membuat kisah kehidupan yang baik. Menurut Bupati para penulis dan seniman mengatakan jika ingin hidup ribuan tahun menulislah karena tulisan itu akan dikenang.

“Ibaratnya adalah kita penting untuk membuat sejarah,” ucapnya.

Untuk membuat sejarah ini ada hal yang harus dibutuhkan yakni fisik dan jasmani. Maka salah satu fasilitas adalah tubuh yang sehat yang dikendalikan oleh rohani. Karena itu harus dijaga dan kita rawat.

Kang Yoto mengungkapkan sudah 36 tahun ini Pemerintah mencanangkan hari olahraga nasional sebagai upaya untuk mewujudkan generasi yang memiliki keualitas. Dengan Olahraga bisa menyatukan perbedaan menjadi lebur. Olahraga pembinaan karakter memerlukan kejujuran dan berintegritas.

“Jika berolahraga dengan menipu maka bukan menipu orang lain namun menipu diri sendiri,” tegasnya.

Menteri Olahraga, kata Kang Yoto, menyampaikan olahraga harus menjadi hal yang simple dengan jargon 3 M yakni Murah Meriah, Massal dan Menarik.

“Mudah mudahan anak kita senantiasa tumbuh sehat lahir dan batin serta sukses membuat cerita yang baik,” pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment