Share

Peringati May Day, Mahasiswa Bojonegoro Turun Jalan

Bojonegoro (Media Center) – Memperingati Hari Buruh Sedunia atau yang biasa disebut May Day, puluhan aktivis mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi demo di beberapa titik. Diantaranya adalah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang melakukan diskusi dengan Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin di Pendopo Malowopati.

Dalam diskusi ini, mahasiswa mempertanyakan kondisi upah buruh di Bojonegoro yang masih berada di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bojonegoro yakni Rp 1.310.000 per bulan. Hal ini ditanggapi oleh Adie Witjaksono, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) yang juga hadir dalam diskusi mendadak ini.

“Memang upah masih belum semuanya memnuhi UMK, namun hal terus diupayakan oleh pemerintah untuk mensejahterakan pekerja,” lanjutnya.

Bahkan, Adie menjelaskan adanya Upah Umum Pedesaan (UUP) yang telah diberlakukan di Bojonegoro sebesar Rp 1.050.000 per bulan. Hal ini, menurut Adie untuk menarik minat investor untuk membuka usaha padat karya di wilayah pedesaan di Bojonegoro.

Tak hanya itu, Hari Buruh di Bojonegoro juga diperingati oleh aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan orasi di Bundaran Jetak serta di Kantor Disnakertransos. Setibanya di Kantor Disnakertransos, mahasiswa ditemui Kepala Disnakertransos bersama Kabid Hubungan Industrial dan Penempatan Tenaga Kerja, Ruslantoyo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kanalbojonegoro.com, aksi peringatan May Day juga dilakukan oleh Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Cabang Bojonegoro dengan menggelar tasyakuran dan Doa bersama. Kegiatan dilakukan di Kantor cabang SBSI Bojonegoro yang terletak di jalan Lettu Suwolo.(lya/*acw)

Leave a Comment