Share

Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Meningkat

Bojonegoro (Media Center)- Bupati Bojonegoro Suyoto menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro telah mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dilihat dari pendapatan migas tahun 2014 mencapai 5,86 persen. Sementara inflasi relatif tinggi dengan capaian 7,34%.

Dia menyampaikan, untuk nilai tukar petani (NTP) yang mengalami penurunan sebesar 103,93%. Sedangkan untuk indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 68,50% atau meningkat 0,44%.

“Untuk jumlah pengangguran terbuka juga mengalami penurunan sebesar 3,21% dan angka kemiskinan yang menurun sebesar 14,75 %,” ujarnya saat rapat paripurna Laporan Pertanggungjawaban Bupati 2014 di kantor DPRD setempat, Senin (6/3/2015) kemarin.

Bupati menyatakan, telah berusaha menstabilkan kondisi perekonomian di wilayah Bojonegoro dengan terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas komoditas unggulan, membentuk kawasan-kawasan unggulan, yakni di 13 kawasan.

Suyoto mengaku, telah memiliki terobosan dalam meningkatkan produktifitas tanaman pangan, holtikultura dan buah-buahan, upaya pembangunan lingkungan hidup dan kebencanaan, peningkatan modal sosial dan modal manusia.

Suyoto menyatakan, untuk realisasi pendapatan daerah tahun 2014 mengalami peningkatan dari Rp 2,024 triliun menjadi Rp2,517 triliun. Rinciannya, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2014 mencapai 115,63 persen dari target Rp251,875 miliar terealisasi Rp291,243 miliar.

“Jumlah itu dari pajak daerah sebesar Rp68,677 miliar atau terealisasi 113,32 persen,” tegasnya.

Dia melanjutkan, untuk retribusi daerah dari target sebesar Rp29,395 miliar terealisasi sebesar Rp31,925 miliar. Laba perusahaan daerah dari target sebesar Rp19,121 miliar terealisasi sebesar Rp19,408 miliar, serta lain-lain PAD yang sah dari target sebesar Rp142,751 terealisasi sebesar Rp172,231 miliar.

“Untuk dana perimbangan hanya tercapai Rp1,761 triliun dengan rincian bagi hasil pajak sebesar Rp159,658 miliar, bagi hasil bukan pajak sebesar Rp637,023 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp920,522 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp44,549 miliar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun anggaran 2014 mengalami kenaikan sebesar 39,60 persen. Yakni dari Rp332,857 miliar di tahun 2013 menjadi Rp464,681 miliar di tahun 2014.(dwi)

1 Comment on this Post

  1. Sarwie Sombro

    KANALBOJONEGORO@ Sampaikan yg terkait, bahwasanya tulisan CEPU di Fly Over Ngraho sangat mengganggu dan mengusik nurani saya. Ini miris, bikin galau dan menyakitkan karena sekecil apapun kalo menciderai rasa kecintaan daerah amat sangat mengganggu dan bikin marah.

    Memang tulisan Cepu di fly over tidak berdiri sendiri, ada kelanjutan yakni EXXON MOBIL CEPU LIMITED, Namun itu sudah melukai saya sbg warga bojonegoro. Ketika orang jawa barat lewat di bawah fly over yg satu mobil dgn saya berkata ”CEPU HEBAT YA”. Dalam hati bergumam XXXXXXXX IKU NGONO DAERAHKU BOJONEGORO. Jadi hal2 semacam ini sekecil apapun wujudnya secara tidak langsung mengkerdilkan kota ledre.

    Mohon disana(fly over) ada tulisan besar misalnya ”BOJONEGORO MATOH” atau ”BOJONEGORO LUMBUNG ENERGI”. Nek gak direspons tulisane CEPU arep tak gosok, tak hapus. Ngremeh bumi Angling Dharmo sajak’e. Terima kasih http://www.kanalbojonegoro.com ILOVEU

    Reply

Leave a Comment