Share

Petani Bawang Merah di Bojonegoro Panen Raya

ara petani bawang merah di Dusun Ngaglik, Desa/Kecamatan Kedungadem memasuki masa panen. Bahkan, sebagian petani menikmati panen raya yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, Selasa (13/1/2015) kemarin. Tak hanya dihadiri orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro, panen raya bawang merah ini juga dihadiri ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin dan Komandan Kodim 0813.

Bojonegoro (Media Center) – Para petani bawang merah di Dusun Ngaglik, Desa/Kecamatan Kedungadem memasuki masa panen. Bahkan, sebagian petani menikmati panen raya yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, Selasa (13/1/2015) kemarin. Tak hanya dihadiri orang nomor satu di Kabupaten Bojonegoro, panen raya bawang merah ini juga dihadiri ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin dan Komandan Kodim 0813.

Panen raya ini dinikmati para petani brambang setelah merawat tanaman bumbu dapur ini selama kurang lebih 52 hari. Para petani mengaku, hasil panen tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu.

Hal ini diakui Sapuan, salah satu petani di Dusun Ngaglik. Sapuan menuturkan, dari 1 Ha lahan bawang merah miliknya bisa menghasilkan 8 ton bawang merah. Sayangnya, di musim panen ini tak dibarengi dengan harga bawang merah yang sesuai harapan. Meski saat ini harga lebih stabil dibanding dengan harga saat musim panen sebelumnya. Diketahui, harga bawang merah menyentuh angka Rp8 ribu hingga Rp10 ribu/kg.

Baginya yang membuatnya dapat bernafas lega adalah adanya bantuan permodalan yang diberikan oleh salah satu Bank Pemberdayaan Rakyat (BPR) yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dengan adanya bantuan dari PD BPR ini sangat membantu para petani. Dirinya mengharapkan agar bantuan permodalan khususnya kepada petani untuk mendapatkan prioritas baik alokasi serta kegunaan. Karena selama ini untuk kegiatan pertanian memang masih minim bantuan permodalan dari pihak bank.

Bupati Bojonegoro yang akrab dengan Panggilan Kang Yoto ini dihadapan para petani disela-sela unjuk karya panen bawang merah ini menuturkan, bahwa pengelolaan bidang keuangan menjadi hal vital yang harus diperhatikan pemerintah selain pembangunan infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karenanya penguatan modal salah satunya PD BPR ini akan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya penghasilan dari sektor perminyakan.
“Ditahun ini Pemkab akan memberikan tambahan penguatan modal untuk PD BPR dari 97,5 milyar rupiah akan ditambah 400 milyar rupiah. Ini dapat dimanfaatkan oleh petani dan masyarakat Bojonegoro untuk mengembangkan usahanya baik bidang perdagangan, jasa maupun pertanian,” jelasnya dihadapan para petani.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Humas Pemkab Bojonegoro, luas areal tanaman bawang merah diwilayah Bojonegoro yang siap dipanen pada musim tanam kali ini mencapai 750 Ha, dengan wilayah terluas ada di Kecamatan Kedungadem dengan totoal luas lahan bawang merah sebesar 500 Ha. Beberapa daerah yang kini juga mulai dicoba untuk dikembangkan menjadi lahan bawang merah yakni di Kecamatan Temayang, Gondang dan Sekar.(humas/**mcb)

Leave a Comment