Share

Petani Berharap Harga Gabah Naik

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan menjadikan biaya operasional petani menggarap sawah meningkat. Karena itu petani berharap pemerintah juga menaikan harga gabah agar petani tak merugi.

Bojonegoro (Media Center) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan menjadikan biaya operasional petani menggarap sawah meningkat. Karena itu petani berharap pemerintah juga menaikan harga gabah agar petani tak merugi.

Saat ini harga gabah kering sawah senilai Rp4.100 sampai Rp4.200 per kilo gram (Kg). “Idealnya ya Rp4.500 per kilogram,” kata Ketua Kelompok Tani Usaha Cepat Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Hajar Diantara.

Permintaan peningkatan harga gabah ini dikarenkan harga obat-obatan dan ongkos pekerja dipastikan naik akibat dampak kenaikan harga BBM. Ia menuturkan, sesuai pengalaman sebelumnya, harga obat-obatan selalu naik setelah harga BBM naik.

“Ini sudah otomatis. Jadi kenaikan biaya perawatan tak bisa diihindari. Solusinya ya harga gabah ditingkat petani harus dinaikkan,” harap Hajar.

Disinggung tentang biaya pengairan yang menggunakan mesin pompa air (dengan sistim arealan), Hajar menjelaskan, tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM saat ini. Sebab sesuai perjanjian yang disepkati petani dengan pengusaha arealan tidak ada peningkatan sampai Agustus 2015 mendatang.

Pada sistim arealan ini, lanjut Hajar, petani memberikan 20 persen dari hasil panennya kepada pengusaha arealan sebagai ganti biaya pengairan.

“Tidak tahu kalau nanti setelah perjanjian ini habis. Saya kira akan ada kenaikan biaya karena harga solar juga naik,” pungkas Hajar.(**numcb)

Leave a Comment