Share

Petani Bojonegoro Ciptakan Alat Kejut Pengusir Burung

Cara kreatif digunakan petani Desa Bogo, Kecamatan Kapas, dalam mengusir serang burung emprit yang saat ini menyerang tanaman padi milik mereka. Para petani di sana menciptakan alat kejut untukk mengusir burung pemakan padi.

Bojonegoro (Media Center) – Cara kreatif digunakan petani Desa Bogo, Kecamatan Kapas, dalam mengusir serang burung emprit yang saat ini menyerang tanaman padi milik mereka. Para petani di sana menciptakan alat kejut untukk mengusir burung pemakan padi.

Alat kejut itu cukup efektif mengatasi serang burung emprit ketimbang menggunakan boneka orang-orangan yang dipasangi kaleng. Selain itu cara pembuatan maupun penggunaan alat kejut itu cukup mudah dan sederhana.

Untuk membuat alat kejut burung emprit ini hanya menggunakan kaleng bekas susu dan botol air mineral. Kaleng bekas susu dilobangi bagian atas dan bawahnya kemudian dirangkai menggunakan solasi (lakban) dan digandeng dengan botol mineral. Di bagian bawah diberi pemantik korek api.

Sebagai bahan bakarnya adalah pertus. Setiap kali pemantik dinyalakan akan mengeluarkan suara ledakan seperti mercon. Suara yang muncul dari alat ini cukup keras dan bisa mengejutkan burung emprit.

“Rata-rata petani di sini punya alat kejut seperti ini. Mereka merangkai sendiri,” kata Ketua Kelompok Tani Usaha Cepat Desa Bogo, Hajar Diantara sambil mempraktekan alat kejut, Jum’at (21/11/2014).

Dia mengungkapkan, sekarang ini serang burung emprit mulai meraja lela. Burung itu menyerang padi berusia enam puluh hari. Di mana padi mulai memasuki masa susu atau berisi.

“Burung ini menyerangnya pagi sampai pukul 9 dan sore,” ujar Hajar diamini petani lainnya.

Namun dengan alat kejut itu, menurut Hajar, serang burung emprit dapat dikendalikan. Petani cukup membunyikan alat kejut di pematang sawah pada pagi dan sore saar gerombolan burung emprit menyerang.

“Saat ini jumlah lahan padi yang mulai berisi di sini seluas 50 hektar. Rata-rata produksinya 7 – 8 ton per hektar,” ujar pria yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cepat Maju itu.

Pengamat, Pengawas Hama/Pengendali Tanaman Padi dan Hortiikultura, Parno, menyampaikan, selain serang burung empriit, yang perlu diwaspadi adalah serangan tikus, dan serangan wereng.

Untuk mengendalikan serangan tikus, lanjut Parni, bisa menggunakan beberapa cara diantaranya umpan, pagar plastik, pengasapan, dan gropoyok.

“Sedangkan untuk mengendalikan serangan wereng bisa menggunakan biovera agen hayati. Dengan takaran satu tanki 14 liter dicampur dua aqua biovera,” sambung Parno menjelaskan.

Parno mengungkapkan, areal tanaman di Desa Bogo merupakan langganan banjir. Untuk mensiasati masalah tersebut petani memajukan musim tanam agar terhindar banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo maupun Kali Pacal.

“Bulan delapan petani di sini sudah mulai membuat persemaian, sehingga bulan sebelas akhir sudah panen,” pungkas Parno.(**numcb)

1 Comment on this Post

  1. Ramli

    cara menanggulangi hama burung pipit dan sejenisnya menggunakan ramuan tradisional, tanpa efek samping, tanpa di jaga, tanpa alat, tanpa bayar mahal dsb…silahkan kunjungi…
    http://healdiabet.blogspot.co.id/2016/05/cara-penanggulangan-hama-burung-pipit.html

    Reply

Leave a Comment