Share

Petani Bojonegoro Kendalikan Serangan Hama dengan Tanaman

Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran program organisasi pangan dan pertanian yakni Food Agricultural Organization (FAO), organisasi Perserikatan Bangsa -bangsa (PPB) yang mengurusi masalah pangan pertanian. Melalui program ini petani Desa Bendo mendapat pendampingan dalam mengendalikan serangan hama penyakit dan meningkatkan produksi pertanian melalui terapan tekhnologi.

Bojonegoro (Media Center) – Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran program organisasi pangan dan pertanian yakni Food Agricultural Organization (FAO), organisasi Perserikatan Bangsa -bangsa (PPB) yang mengurusi masalah pangan pertanian. Melalui program ini petani Desa Bendo mendapat pendampingan dalam mengendalikan serangan hama penyakit dan meningkatkan produksi pertanian melalui terapan tekhnologi.

“Di Jawa Timur hanya ada dua kabupaten mendapat program FAO. Yakni di Banyuwangi dan Bojonegoro di Desa Bendo ini,” kata Pengamat Hama/Pengendali Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Kapas, Parno ditemui di sekolah lapangan pengendalian hama terpadu (PHT) Kelompok Mekar Jaya 1 Desa Bendo, Jum’at (7/11/2014).

Parno menjelaskan, dipilihnya Desa Bendo sebagai sasaran program FAO ini dikarenakan wilayah pertanian Bendo merupakan daerah potensi hama seperti wereng batang cokelat, penggerek batang, dan sundep. Hama ini selalu menyerang tanaman padi petani Bendo setiap musim tanam.

Dalam kerjasama ini, petani diajari tentang cara mengendalikan hama dengan tanaman. Yakni melalui memanfaatkan pupuk kompos yang berasal dari pengolahan tumbuhan, pola tanam, cara menanam padi, penggunaan varietas Chierang yang toleran terhadap serangan hama, dan pembuatan agen hayati. Selain itu, penanaman pohon di pematang dan pinggir sawah dengan tanaman seperti wijen, bunga matahari, kenikir.

“Jadi nantinya sawah -sawah di sini seperti taman, banyak bunga di pematang sawah. Bunga-bunga itu akan mendatangkan hewan yang dapat memangsa hama,” ujar Parno, mengungkapkan.

Parno menjelaskan, ada empat prinsip dasar pengendalian hama tanaman. Yakni tanaman sehat, penguatan manajemen, pelestarian atau pembuatan musuh alami, dan petani ahli. Saat ini ada 25 hektar lahan pertanian di Desa Bendo yang sedang dijadikan percontohan penerapan pengendalian hama melalui tanaman. Namun rencananya, lahan percontohan ini akan dikembangkan ke lahan pertanian lainnya di Bojonegoro.

“Karena dengan cara ini jauh lebih efektif dan efisien dalam biaya produksi namun dapat lebih meningkatkan hasil petani,” sambung Kepala Seksi Pengendalian Hama Tanaman Dinas Pertanian Bojonegoro, Agus.(**numcb)

Leave a Comment