Share

Petani di Ring Satu Merugi Saat Panen

Musim panen menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi para petani, termasuk oleh para petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur. Sayangnya, di musim panen kali ini para petani di Ring Satu yang mengelilingi lokasi pengeboran migas Pad B milik Joint Operating Bodi Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) harus mengalami kerugian yang tak sedikit.

Bojonegoro (Media Center) – Musim panen menjadi waktu yang ditunggu-tunggu bagi para petani, termasuk oleh para petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur. Sayangnya, di musim panen kali ini para petani di Ring Satu yang mengelilingi lokasi pengeboran migas Pad B milik Joint Operating Bodi Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) harus mengalami kerugian yang tak sedikit.

Hasil panen para petani di Ring satu menurun drastis dibanding panen-panen sebelumnya. Jika pada musim panen lalu bisa menghasilkan hingga 8 ton untuk satu hektar sawah, panen kali ini hasilnya menyusut dan hanya menghasilkan 3 ton/hektar.

Kasto, salah satu petani di Ring satu Lapangan migas Sukowati mengaku ada sekitar 30 hektar sawah yang mengelilingi lokasi Pad B. Ia menuturkan, rata-rata hasil panen kali ini mengalami penurunnan yang mengakibatkan petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

“Bahkan banyak yang mendapatkan tiga ton saja,” katanya.

Kasto menuturkan, untuk biaya produksi untuk satu hektar sawah mencapai Rp10 juta. Sementara hasil yang di dapat sekarang hanya sekitar Rp14 juta saja. “Panennya hanya cukup untuk balik modal saja,” keluhnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Bojonegoro telah melarang petani tanam padi di musim kemarau karena ketersediaan air yang sangat terbatas. Namun para petani bersikeras tetap menanam padi lantaran tak ada pekerjaan lainnya.(**mcb)

Leave a Comment