Share

Petani Kedungadem Punya Wadah Baru Untuk Pengembangan Usaha

Wadah itu bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan para petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai lumbung pangan negeri

Bojonegoro (Media center) – Petani di wilayah Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, membentuk wadah bernama Gabungan Petani Agrobisnis (GPA) Kedungadem, Jum’at (24/1/2014). Wadah itu bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan para petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai lumbung pangan negeri.

Dibentuk saat pelaksanaan Gebyar Usaha Agrobis yang dihadiri seluruh petani dan pelaku agrobisnis se kecamatan Kedungadem, petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian, serta PPL Peternakan, secara aklamasi memilih Awaluddin Ridwan sebagai ketuanya dan Wawan sebagai Sekretaris, Sugik sebagai Bendahara dan dibantu 3 Divisi yakni Divisi Pertanian, Divisi Peternakan dan Divisi Perikanan.

Kegiatan Gebyar Usaha Agrobis itu sendiri terselenggara berkat kerjasama kecamatan setempat dengan PT Dirgo dari Surabaya. Berisi pemaparan tentang kesuksesan pertaniandi Desa Kendung yang telah menanam padi dengan memakai pupuk cairan organik produk Digro itu.

Wakimo, salah satu petani bawang merah Desa Duwel, berpendapat, bahwa wadah ini penting dibentuk untuk membantu meningkatkan wawasan dan ketrampilan Petani Agrobisnis. “Serta untuk mendampingi Kelompok Usaha Agrobisnis yang ada agar nantinya betul betul kelompok usaha itu berjalan sesuai dengan kaidah managemen organisasi sehingga tidak terkesan formalitas belaka,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Kedungadem, Mahmudi, menambahkan, wadah Gabungan Petani Agrobisnis ini bertujuan untuk memfasilitasi, membina dan mengembangkan kegiatan agrobisnis para petani se Kecamatan Kedungadem dalam rangka membantu mensukseskan visi Bojonegoro sebagai Lumbung Pangan Negeri yang saat ini sedang digalakkan.

“Dengan wadah ini membuktikan jika semangat petani Kedungadem untuk maju sangat besar. Ini menjadi modal besar untuk menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan seperti yang disampaikan Kang Yoto pada waktu Acara Panen Raya Bawang Merah di Desa Duwel Tgl 6 Januari 2014 lalu,” sambung Mahmudi.

Camat Kedungadem, Djuana Poerwijanto berpesan, agar wadah ini hendaknya dapat berjalan. Sehingga benar-benar bisa memberdayakan petani di wilayah Kedungadem. (numcb)

Leave a Comment