Share

Petani Mayanggeneng Bojonegoro Siap Kembangkan Jambu Merah

Bojonegoro (Media Center) – Ali Fitron (55), petani jambu merah getas asal  Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang berencana mengembangkan tanaman jambu merah untuk dijadikan komoditas andalan.

“Kami sangat mendukung pengembangan jamu merah di Bojonegoro. Soal saya dapat saingan dari petani jambu merah lainnya tidak ada masalah, sebab rejeki sudah ada yang mengatur,” kata Ali Fitron, ketika ditemui di kediamannya, Selasa (14/1/2014).

Bahkan, ia mengaku siap menyediakan bibit jambu merah getas sebanyak-banyaknya, sebab ia saat ini juga membuat benih jambu merah dengan cara sistem stek.

Sebagian bibit jambu merah getas hasil persemaiannya katanya, juga dibagikan kepada tetangganya, tapi sebagian lainnya dijual kepada masyarakat umum dengan harga Rp25.000/bibit jambu merah.

“Saya memiliki persediaan bibit jambu merah ribuan bibit. Kalau kurang bisa meminta tambahan dari keluarga yang juga menanam jambu merah getas di Kendal, Jawa Tengah,” paparnya.

Ia mengharapkan pemkab selektif dalam mencari benih jambu merah yang akan dibagikan kepada masyarakat agar pertumbuhannya bisa bagus.

“Banyak bibit jambu merah yang beredar di masyarakat, tapi hasilnya tidak bagus,” katanya, menegaskan.

Ia meyakinkan tanaman jambu merah getas yang ditanam di atas tanahnya seluas 3/4 hektare sejak 2008 dengan jumlah 50 pohon yang kemudian bertambah 250 pohon yang ditanam pada 2010 menunjukkan hasil yang bagus.

Sesuai catatannya, jelasnya, sebanyak 300 pohon tanaman jambu merah di tempatnya itu mampu menghasilkan sebanyak 5.554 kilogram atau produksinya rata-rata 65 kilogram/hari yang merupakan hasil panenan selama empat bulan sejak April sampai Agustus.

Berdasarkan produksi panen itu, kata Ali, dirinya memperoleh penghasilan bersih 36,6 juta lebih, setelah dipotong biaya produksi.

“Saat ini setiap hari juga panen, bahkan bisa mencapai 1 quinta per hari,” ucap istrinya Sri Asih (47), menambahkan.

Mengenai pembelinya, menurut Ali, warga lokal juga dari berbagai daerah di Jatim dan Jateng yang langsung datang ke kebunnya.

“Harga jambu merah di tempat saya saat ini untuk yang kecil sekitar Rp6.000/kilogram, tapi yang besar Rp7.000/kilogram,” jelasnya. (samcb)

Leave a Comment