Share

Petrokimia Alokasikan 148.188 Ton Pupuk Bersubsidi Untuk Bojonegoro

Melihat kondisi ini, kebutuhan pupuk di Kabupaten Bojonegoro termasuk tinggi. Hal ini dikatakan Yusuf Wibisono, Manejer Humas Petrokimia Gresik, ia mengatakan, dengan luasan lahan di Bojonegoro, di tahun 2015 ini pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 148.188 ton pupuk bersubsidi. Jumlah ini dengan rincian 53.878 ton pupuk urea, 17.337 ton pupuk Za, 14.540 pupuk jenis SP-36, 37.702 jenis NPK dan pupuk organik sebanyak 24.731 ton. Jumlah ini sesuai Pergub Jatim tertanggal 17 Desember 2014, dengan No. 84 tahun 2014.

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro memiliki lahan pertanian produktif mencapai 77.522 hektare. Dengan luasan ini, Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu Kabupaten penghasil padi terbesar di Indonesia.

Melihat kondisi ini, kebutuhan pupuk di Kabupaten Bojonegoro termasuk tinggi. Hal ini dikatakan Yusuf Wibisono, Manajer Humas Petrokimia Gresik, ia mengatakan, dengan luasan lahan di Bojonegoro, di tahun 2015 ini pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 148.188 ton pupuk bersubsidi. Jumlah ini dengan rincian 53.878 ton pupuk urea, 17.337 ton pupuk Za, 14.540 pupuk jenis SP-36, 37.702 jenis NPK dan pupuk organik sebanyak 24.731 ton. Jumlah ini sesuai Pergub Jatim tertanggal 17 Desember 2014, dengan No. 84 tahun 2014.

Sementara berdasarkan RDKK sebagaimana yang diusulkan Dinas Pertanian Bojonegoro, untuk pupuk Urea 79.821 ton, SP-36 26.747 ton, ZA 31.170 ton, NPK 89.278 ton dan pupuk Organik 149.378 ton. Jumlah ini memang lebih tinggi dibanding alokasi yang disetujui oleh Pergub.

“Alokasi Nasional pupuk bersubsidi ini sesuai dengan kemampuan pemerintah Indonesia, jadi alokasi dari PKG tidak sesuai dengan RDKK yang diajukan Dinas Pertanian,” jelas Yusuf.

Di tahun 2015 ini, pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana sebesar Rp35,7 Triliun. Dari jumlah ini, sebanyak Rp28,5 Triliun digunakan untuk alokasi nasional pupuk bersubsidi di tahun 2015 dengan total 9.500.000 ton pupuk. Sementara sisanya untuk melunasi hutang yang belum terbayarkan pada Pupuk Indonesia di tahun 2012 dan 2013.(**mcb)

Leave a Comment