Share

Petroleum Geopark Bojonegoro Diserbu Pengunjung APGN

Bojonegoro, Media Center – Stand Petroleum Geopark Bojonegoro di Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang ke-6 di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (3/9/2019), diserbu pengunjung. Sebagian besar pengunjung adalah warga negara asing.

“Jam 12 an tadi sudah ada 200 an pengunjung,” kata Nunung penjaga stand di lokasi pameran.

Pengunjung tertarik dengan keunikan Petroleum Geopark Bojonegoro. Yakni Sumur minyak tua Wonocolo. Mereka ingin mengetahui tentang proses pembuatan bahan bakar minyak, mulai dari pemisahan, air, lantung, solar diolah menjadi minyak tanah dan bensin.

“Bagaimana cara mengambil minyak dan mengolahnya ?” tanya Anisa Prasasti asal Mataram.

Kemudian Nunung menjelaskan, sumur minyak tua Wocolo ditambang secara tradisional. Menggunakan peralatan sederhana. Sumur minyak tersebut merupakan peninggalan belanda yang sudah dikelola selama 110 tahun.

Kepala Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro, Dharmawan menjelaskan keunikan dari Geopark Bojonegoro adalah merupakan Geopark yang bertema Geopark minyak bumi.
Dari 20 geosite yang dimiliki Bojonegoro, lanjut dia, geosite utamanya adalah geosite Kayangan Api dan Wonocolo.

Dharmawan menjelaskan, proses geologi dari Wonocolo merupakan antiklin yang menyebabkan formasi Wonocolo yang umurnya lebih tua dari formasi Ledok menerobos dan berada di permukan. Struktur tersebut kemudian menyebabkan terbentuknya minyak di wonocolo.

Ada lima syarat terbentuknya minyak di wonocolo atau biasa disebut petroleum sistem. Pertama, source rock yakni formasi Tuban merupakan source rock yang tepat dikarenakan mengandung fosil yang banyak.

Kedua reservoir rock yang cocok yaitu formasi Wonocolo dan formasi Ngrayong. Ketiga, trap (antiklin struktur). Keempat migrasi (sesar), dan terakhir cap rock (lapisan penutup).

“Sehingga dimungkinkan adanya sumber minyak dangkal,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Amir Syahid menegaskan, kawasan Wonocolo ini batuan reservoir penghasil minyak bumi pada kedalaman rata-rata +100 meter di bawah permukaan tanah (kedalaman reservoir berada di atas permukaan air laut.

Di Wonocolo terdapat 700 sumur minyak, 200 sumur di antaranya ditambang secara tradisional.

“Ini membuktikan jika wonocolo merupakan kawasan penghasil minyak bumi terdangkal di Indonesia, bahkan di dunia,” tegasnya di sela-sela pameran.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto berharap, dengan kegiatan ini Bojonegoro dapat mempromosikan dan mengenalkan potensi seni, budaya, dan wisata di tingkat nasional maupun internasional.

Apalagi, lanjut dia, Bojonegoro telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan geoparm tingkat nasional. Sehingga Pemkab dan masyarakat harus menjaga dan mengembangka potensi tersebut.

“Melalui even ini kita bisa berjejaring dan bertukar pengalaman dengan pengelola geopark se Asia Pacific. Sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki,” tegas Wabup saat mengunjungi Stand Petroleum Geopak Bojonegoro usai pembukaan Symposium APGN 2019.(Dwi)

Leave a Comment