Share

PHK Migas Capai Puncak Pada Juni 2015

Bojonegoro (Media Center) – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industrialisasi migas mulai dilakukan pada akhir 2014 lalu. Hal ini menyusul akan berakhirnya pengerjaan proyek pembangunan fasilitas pendukung pengeboran migas yang diperkirakan tuntas pada Juni 2015 mendatang.

Joko Susanto, Kabid Pelatihan dan Penemnpatan Tenaga Kerja, Dinas tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro menyebutkan, saat ini masih tersisa sekitar 4.500 tenaga kerja di proyek migas Blok Cepu. Jumlah ini menurun lebih dari 50% dibanding akhir tahun 2014 lalu.

“Di akhir 2014 kemarin masih ada 10.000, dan saat ini tinggal 4.500 naker karena memang kontrak kerja sudah habis,” jelas Joko.

Joko menambahkan, habisnya masa kontrak kerja di sektor migas ini tentu berdampak pada semakin tingginya angka pengangguran di Bojonegoro. ia menyebutkan, pada 2014 lalu jumlah penganguran sebesar 19.000 orang.

“Tentu dengan adanya PHK ini bertambah banyak. Namun untuk jumlah keseluruhan belum diketahui,” ujarnya.

Untuk mengatasi meningkatnya pengangguran ini, imbuh Joko, dilakukan melalui program pelatihan 12.000 tenaga kerja yang digenjot sepanjang 2015 ini. (lya/*acw)

Leave a Comment