Share

Pj Bupati Sampaikan Nota Pengantar Raperda Pertanggungjawaban APBD 2017

Bojonegoro, 5/7 (Media Center) – Penjabat Bupati Bojonegoro, Supriyanto selaku wakil Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan nota penjelasan atas Raperda tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017 di ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (4/8).

“Tingkat capaian kinerja realisasi pendapatan daerah cukup signifikan dari target yang telah ditetapkan,” kata Pj Bupati Supriyanto mengawali penyampaian nota penjelasan.

Realisasi pendapatan tersebut yakni dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,19 miliar lebih dapat direalisasikan sebesar Rp3,24 miliar atau mencapai 94,78 persen. Sementara realisasi pendapatan tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar Rp20 miliar dari 2016.

Adapun perincian dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut dia, diantaranya adalah Pajak Daerah yakni, dari target Rp80,6 miliar terealisasi sebesar Rp87,8 miliar atau meningkat 109 persen. Retribusi Daerah yakni sebesar Rp57 miliar terealisasi sebesar Rp54 miliar, untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Ddaerah yang dipisahkan dari target sebesar Rp18,9 miliar terealisasi sebesar Rp18,23 miliar, serta lain-lain pendapatan asli daerah yan sah dari targer sebesar Rp280,8 miliar terealisasi sebesar Rp287,7 miliar.

“Termasuk di dalamnya adalah pendapatan dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp92 miliar,” lanjutnya.

Capaian pendapatan lainnya selain PAD adalah pendapatan transfer, dimana pada sisi capaian kinerja realisasi tahun 2017 dari target Rp2,752 triliun terealisasi sebesar Rp2,576 triliun, kemudian pendapatan dari Transfer Pemerintah Pusat dari target sebesar Rp565 miliar terealisasi sebesar Rp524 miliar. Kemudian, pendapatan dari transfer pemerintah daerah dari target Rp127 miliar, terealisasi Rp151 miliar.

“Sementara untuk pendapatan dari bantuan keuangan dari target Rp11 miliar telah terealisasi 100 persen,” ungkapnya.

Dari sisi belanja, Supriyanto menyatakan pada pelaksanaan APBD tahun 2017, khsusnya anggaran belanja, secara akumulatif teralisasi sebesar 87,45 persen yaitu dari total plafon anggaran Rp3,233 triliun terealisasi Rp2,827 triliun.

“Pada sisi pembiayaan dari perhitungan APBD 2017 dapat disampaikan perkembangan anggaran pembiayaan diantaranya dari sisi penerimaan pembiayaan daerah dari target Rp79,051 miliar terealisasi Rp81,489 miliar,” lanjutnya.

Pada sisi pengeluaran pembiayaan daerah, lanjut pria berkacamata minus ini, dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp36 miliar terealisasi Rp0. Hal ini disebabkan, adanya penurunan minyak dunia yang cukup signifikan yang berimbas pada penerimaan dana bagi hasil (DBH) migas yang merupakan sumber penerimaan terbesar APBD Bojonegoro.

Untuk sisa lebih pembayaan tahun berkenaan atau SILPA sebesar Rp227 miliar yang diakumulasikan dari SILPA BLUD seebsar Rp26,981miliar, fasilitas kesehatan tingkat pertama senilai Rp17,772 miliar, Bantuan Operasional Sekolah sebilai Rp2,674 miliar, sisa DAK fisik sampai dengan tahun 2016 sebesar Rp1,892 miliar, dan sisa dana DAK fisik dan non fisik tahun 2017 senilai Rp18,582 miliar.(*dwi/mcb)

Leave a Comment