Share

PKH Bojonegoro Tangani 12 Ribu RTSM

Bojonegoro (Media Center) – Program Keluarga Harapan (PKH) yang mulai dilaksanakan di Bojonegoro sejak tahun 2007 lalu, hingga kini telah menangani lebih dari 12.000 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Program PKH mulanya dilakukan secara bertahap dan baru bisa dijalankan secara optimal di 2014 lalu.

“Sejak 2007 hingga 2013, kita baru ada 52 pendamping PKH. Baru 2014 lalu dilengkapi menjadi 102 pendampinguntuk seluruh Bojonegoro hingga ke pelosok,” tutur Dwi Harningsih, Ketua UPPKH Bojonegoro.

102 pendamping ini, menurut Dwi, sudah ideal untuk 27 kecamatan di Bojonegoro yang masuk dalam program PKH. Sementara untuk kecamatan Gayam yang merupakan kecamatan baru, semua kegiatan telah tercover oleh PKH di Kecamatan Kalitidu dan Ngasem.

“Memang untuk beberapa kecamatan seperti Sekar dan Gondang kita butuh lebih banyak pendamping karena lokasi yang terpencar-pencar,” lanjutnya.

Hingga saat ini, sebanyak 12 ribu RTSM telah tercover dan mendapatkan bantuan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Redi, salah satu operator PKH mengatakan, untuk satu KK maksimal bisa mendapatkan dana sebesar Rp 2.800.000 dalam setahun yang dicairkan tiap 3 bulan sekali.

“Selain itu, masing-masing keluarga mendapatkan bantuan tetap sebesar Rp 240.000 setahun,” imbuhnya.

Redi mengatakan, setiap 3 bulan selalu dilakukan verivikasi sebelum mencairkan dana PKH ini. Menurutnya, hal ini lantaran syarat penerima PKH adalah RTSM yang memiliki ibu hamil, balita, anak sekolah jenjang SD atau SMP.

“Biasanya setiap pertengahan tahun selalu ada data yang berubah. Misalnya anak SMP yang naik ke jenjang SMA sudah tak termasuk dalam dana PKH,” lanjut pria berkacamata ini.

Besaran dana PKH disesuaikan dengan kondisi penerima yakni dengan besaran untuk kesehatan ibu hamil dan balita sebesar Rp 1 juta, anak sekolah jenjang SMP Rp 1 juta dan anak sekolah jenjang SD sebesar Rp 800 ribu. (lya/*acw)

Leave a Comment