Share

PMI Bojonegoro Jadi Pilot Project Federasi Palang Merah Dunia

“Indonesia dipilih dari 189 negara anggota federasi karena rawan banjir,” ujarnya saat ditemui di markas PMI Bojonegoro, Jumat (11/7/2014). Selain indonesia, Federasi Palang Merah juga menunjuk dua negara lainnya yang menjadi langganan banjir yakni Nepal dan Mexico.

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dilintasi Sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo, mendapat mandat sebagai daerah pilot project untuk program Federasi Palang Merah Dunia dan Zurich Insurance.

Program ini merupakan program pertama dari pihak Palang Merah Dunia yang menggandeng pihak swasta. Sukohawidodo, Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bojonegoro mengatakan telah melakukan penandatanganan program ini di markas PMI pusat.

“Indonesia dipilih dari 189 negara anggota federasi karena rawan banjir,” ujarnya saat ditemui di markas PMI Bojonegoro, Jumat (11/7/2014). Selain indonesia, Federasi Palang Merah juga menunjuk dua negara lainnya yang menjadi langganan banjir yakni Nepal dan Mexico.

Di Indonesia sendiri, terdapat tiga sungai yang menjadi fokus dan melibatkan tujuh PMI kabupaten/kota, diantaranya adalah Suangai Ciliwung dan Ciawi yang dikerjakan oleh PMI Kabupaten/kota Jakarta Selatan, Bogor, Bandung dan Karawang, serta Bengawan Solo yang menjadi tugas dari PMI Wonogiri, Solo dan Bojonegoro.

Program kerjasama ini berlangsung selama 3 tahun, dengan lokasi operasi program yang bertajuk Ketahanan Masyarakat Terhadap Banjir ini, berada di tiga desa yang tersebar di Kecamatan Trucuk.

“Sementara ini yang sudah fix adalah Desa Tulung, dua desa lainnya masih akan dirundingkan dengan pihak Kecamatan Trucuk,” lanjutnya.

Program ini akan difokuskan kepada penguatan masyarakat untuk mengahadpi banjir termasuk peningkatan skill dan penguatan di bidang lainnya. Program ini akan segera direalisasikan pada 1 Januari 2015 mendatang. (**mcb)

Leave a Comment