Share

PMI Bojonegoro Perkuat Program Masyarakat Tangguh Banjir

Bojonegoro, 29/12 (Media Center) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan, selama ini telah melaksanakan program masyarakat tangguh banjir dengan penguatan kapasitas masyarakat Bojonegoro.

“Kita juga mendorong mereka untuk mendiri,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Bojonegoro, Sukohawidodo, Jumat (12/29).

Untuk melanjutkan program yang sudah ada, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Desa dengan mengakses Dana Desa untuk mengikutsertakan program Masyarakat Tangguh Banjir.

“Dan advokasi kami berhasil terkait hal itu,” imbuhnya.

Untuk memperkuat program tersebut, PMI Kabupaten Bojonegoro juga telah mengikuti lokakarya bersama dengan Zurich Insurance Indonesia di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (27/12) lalu.

Lokakarya tersebut bertajuk Program Masyarakat Tangguh Banjir atau Community Flood Resilience untuk wilayah Sungai Citarum dan Bengawan Solo.

Lokakarya tersebut, untuk melihat sejauh mana capaian program CFR yang sudah dilaksanakan selama 3 tahun di wilayah Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, untuk Sungai Ciliwung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung untuk Sungai Citarum, Kota Solo, Kabupaten. Wonogiri dan Kabupaten Bojonegoro untuk Sungai Bengawan Solo.

“Program ini telah berhasil menjangkau sekitar 120 ribu penerima manfaat bagi warga yang tinggal di sekitar sungai Ciliwung, Citarum, dan Bengawan Solo,” tukasnya.

Pada lokakarya tersebut, diharapkan, PMI di tiap Kabupaten atau Kota memiliki tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat). Masing-masing desa berjumlah 30 orang.

“Mereka dilibatkan tidak hanya untuk sebatas program Yang PMI jalankan Di desa mereka, tetapi kita juga ingin program ini merupakan awal,” harapnya.

Nantinya, mereka bisa melakukan sesuatu Yang Lebih baik untuk desa mereka sendiri, seperti mengadvokasi Pemerintah di tingkat desa untuk mengintegrasikan program yang sudah ada dengan program Pemerintah melalui Dana Desa.(*dwi/mcb)

Leave a Comment