Share

PMII: Pendidikan Nyawa Karakter Bangsa

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 30 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, melakukan aksi unjuk rasa di bundaran Adipura, Rabu (6/5/2015). Aksi ini dilakukan mengingat adanya permasalahan di dunia pendidikan.

Salah satu mahasiswa, Didik, mengatakan, faktor utama terbentuknya sumber daya manusia ini memang menjadi prioritas pemerintah dalam pembangunan. Namun, saat ini masih ada beberapa permasalahan dalam dunia pendidikan yang paling sering didengar seperti penggunaan kurikulum atau penggunaan sistem pembelajaran.

“Selain itu juga masalah infrastruktur, sarana, prasarana, serta sumber daya pengajar yang dirasa masih perlu pembenahan,” ujarnya.

Dia mengatakan, di Bojonegoro, masih terjadi beberapa permasalahan mulai dari penggunaan dana yang kurang maksimal, kurangnya pengawasan terhadap program-program yang pemerintah wacanakan, rusaknya beberapa gedung sekolah serta keberadaan sumber daya pengajar yang kurang merata.

“Disini pemerintah memiliki tanggung jawab serta peran penting terhadap perbaikan pendidikan di Bojonegoro,” imbuhnya.

Pihaknya menyampaikan, telah melakukan kajian dan diskusi diantaranya pemaksimalan anggaran pendidikan tahun 2015, jangan ada SILPA seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Kajian selanjutnya adalah adanya pengawasan atau monirtoring terhadap penggunaan DAK yang diberikan kepada peserta didik, pemerataan potensi kinerja guru atau sumber daya pengajar dan adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pelajar.(dwi/*mcb)

Leave a Comment