Share

Polisi Masih Teliti Pupuk Palsu Tangkapan TNI‬

‪Bojonegoro (Media Center) – Polres Bojonegoro akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan pupuk palsu yang ditemukan Kodim 0813 di gudang milik M di Desa Temayang, Kecamatan Temayang, beberapa waktu lalu. Dalam penggerebakan itu aparat baju doreng berhasil mengamankan 97 sak pupuk yang dikemas mirip pupuk bersubsidi produksi Petrokimia Gresik.

‪Kapolres Bojonegoro, AKBP Ady Wibowo mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan pupuk yang kemasannya mirip dengan pupuk bersubsidi itu merupakan pupuk palsu. Sehingga akan dilakukan proses uji laboratorium terlebih dahulu untuk proses pembuktian.‬

‪”Bentuk pelanggarannya belum bisa dipastikan, akan kita uji terlebih dulu kandungan pupuknya,” kata Ady.

Pria yang segera bergeser menjadi Kapolres Gresik itu menambahkan, produksi pupuk yang memiliki kemasan mirip dengan pupuk bersubsidi itu memiliki ijin surat resmi. Salah satunya yakni ijin usaha dan penyaluran. Pupuk tersebut diproduksi oleh CV HMS yang berada di Kabupaten Gresik.

“Kita akan terus melakukan pengawasan pendistribusian pupuk ini untuk membantu program pemerintah,” pungkasnya.‬

Sementara itu, Komandan Kodim 0813, Letkol (Kav) Donova Pri Pamungkas, mengatakan, penyitaan pupuk non subsidi itu dilakukan karena diduga pupuk palsu.‬

“Yang dijual kios itu jenis pupuk yang merknya hampir sama dengan pupuk subsidi, sehingga itu mungkin untuk mengelabuhi petani,” ujarnya, Senin (13/04/2015).‬

‪Letkol Kav Donova mengatakan, pupuk yang diamankan itu antara lain; bermerk Poska yang meniru kemasan Ponska milik Petro Kimia Gresik, kemudian SPA36 yang meniru produk SP36. Pupuk non subsidi Poska itu oleh pemilik kios dijual seharga Rp 100 ribu per sak, sementara pupuk subsidi Ponska per sak seharga Rp 115 ribu.‬

‪”Pupuk non subsidi dilarang beredar disini (Bojonegoro),” tegas Donova.

‪Dia berharap, penertiban pupuk ilegal maupun penimbunan yang dilakukan oleh jajaran TNI seharusnya mendapat dukungan dari semua pihak.‬

‪”Kami hanya menjalankan tugas melakukan penertiban bersama PT Petrokimia Gresik, hasilnya memang palsu dan tidak sesuai spek,” kata Dandim.‬ (dwi/*acw)

Leave a Comment