Share

Polres Bojonegoro Tetapkan Tersangka Penambangan Pasir Ilegal

Bojonegoro, 7/10 (Media Center) – Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, menetapkan pengusaha tambang pasir ilegal bernama Syarif Usman asal Desa Balen, Kecamatan Balen, sebagai tersangka. Penetapan tersebut setelah dilakukan pemeriksaan sejak polisi menertibkan tambang pasir darat tanpa ijin pada akhir Mei 2016 lalu.

“Setelah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, penyidik melakukan gelar perkara, naik status dari saksi ke tingkat tersangka,” ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro, Jumat (7/10) .

Selanjutnya penyidik melengkapi berkas perkara tersebut dan berkas dikirim ke Kejaksaan Bojonegoro.

“Tersangka dijerat Pasal 158 UU RI No. 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batu bara,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polisi bersama TNI melakukan penertiban tambang pasir tanpa ijin di desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro yang tengah melakukan kegiatan tambang pasir darat dengan menggunakan alat mekanik dan 1 unit alat berat bego.

Kemudian petugas mengamankan dua pekerja yg berada di lokasi dan petugas melakukan penyitaan barang bukti berupa 1 unit alat berat Excavator tersebut diatas. Lalu para pekerja di bawa ke Polres Bojonegoro guna pemeriksaan lbh lanjut.

Dari hasil pemeriksaan para pekerja, membenarkan bahwa yang memiliki usaha tambang pasir tersebut Syarif Usman. Sedangkan usaha tambang pasir tersebut tanpa ada ijin.

“Pasir dijual kepada pembeli dengan harga sebesar Rp450.000/rit,” imbuhnya.

Selanjutnya penyidik melakukan pemanggilan saksi-saksi yang lainnya guna proses hukum lebih lanjut dengan melakukan pemanggilan kepada pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD sebagai saksi (selaku pemilik usaha tambang).

Dari hasil pemeriksaan saksi yang juga pernah mencalonkan bupati ini mengakui bahwa usaha tambang pasir miliknya belum ada ijin resminya dan masih dalam proses di tingkat Provinsi dan rekom dari Bupati Bojonegoro.(dwi/mcb)

Leave a Comment