Share

Potensi Besar, Bojonegoro Tak Punya Museum Yang Memadai

Bojonegoro (Media Center) – Tim konservasi dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran tengah mengunjungi Kabupaten Bojonegoro. Lawatan selama 4 hari sejak Rabu (25/2/2015) kemarin, tim yang beranggotakan 5 orang ini melakukan perawatan koleksi fosil yang ada di Bojonegoro.

Meski memiliki Museum Rajekwesi yang saat ini sementara menumpang di Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro, berbagai benda koleksi yang terdiri dari fosil hewan maupun tumbuhan serta koleksi benda purbakala dan sejarah lainnya disimpan oleh beberapa orang yang merupakan pemerhati sejarah dan budaya di Kabupaten Bojonegoro.

Tim konservasi fosil ini mengunjungi satu persatu penyimpan fosil untuk melakukan pendataan, pelabelan hingga perawatan fosil untuk menjaga keutuhan dan keawetan fosil.

“Kita data dan lakukan perawatan standar agar fosil tak mudah rusak,” terang Kamto, anggota tim konservasi saat melakukan perawatan di rumah penyimpan fosil di Sukorejo, Kamis (26/2/2015).

Kondisi fosil di Bojonegoro ini, lanjut Kamto, tergolong keras dan kondisinya sangat bagus. Menurutnya, jika dibandingkan dengan berbagai daerah lainnya di Pulau Jawa, fosil di Bojonegoro paling lengkap dan kondisi yang relatif utuh.

“Sayangnya, dengan temuan fosil sebanyak dan sebagus ini tapi tak ada sarana dan fasilitas yang memadai seperti museum,” tukas Kamto.

Sementara itu, Ali Syafa’at, salah satu penyimpan fosil mengatakan, di Bojonegoro ada beberapa orang yang menyimpan fosil. Rata-rata mereka memang pegiat budaya dan sejarah yang menemukan fosil-fosil yang disimpannya.

“Ada beberapa seperti Pak Pangat di Kecamatan Temayang yang menemukan fosil paus. Sampai sekarang fosilnya masih tersimpan rapi,” jelasnya sembari membantu identifikasi dan pendataan fosil.

Meski disimpan oleh masing-masing orang, nantinya fosil-fosil ini akan menjadi koleksi museum di Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah memproses pembangunan museum dan melakukan pendataan untuk mendaftarkan benda-benda cagar budaya agar terdaftar di tingkat nasional. (lya/*acw)

Leave a Comment