Share

Potensi Geologi Bojonegoro Akan Jadi Diorama

Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi besar di bidang geologi. Hal ini dikatakan Johan Arif, seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITP) saat mempresentasikan hasil penelitian geologi di Bojonegoro.

Bojonegoro (Media Center) – Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi besar di bidang geologi. Hal ini dikatakan Johan Arif, seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITP) saat mempresentasikan hasil penelitian geologi di Bojonegoro.

Penelitian yang dimulai sejak beberapa bulan lalu menghasilkan kesimpulan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki tiga teras yakni teras Kendeng di bagian selatan Bojonegoro, teras Randublatung di bagian tengah, dan teras Rembang di bagian utara. Dengan demikian, di dalam batuan Bojonegoro masih tersimpan banyak sisa-sisa kehidupan masa lampau yang bisa digali.

Menurut Suyanto, Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro mengatakan, hal ini menjadi sebuah masukan bagi persiapan Museum Bojonegoro yang akan di bangun.

“Dengan potensi batuan yang sangat besar, hal ini tentu menjadi masukan bagi persiapan Museum. Potensi ini akan kami buat diorama, karena masih belum memungkinkan untuk dilakukan penggalian,” ujarnya, Senin (15/12/2014).

Meski demikian, pihaknya membuka lebar dan menerima jika awa komunitas atau warga yang menemukan benda-benda purbakala yang nantinya bisa melengkapi koleksi museum.

“Seperti kemarin, kami mengamankan fosil kepala gajah purba dan memberikan kompensasi pada penemunya,” tambahnya.

Memang, beberapa hari lalu tim pendaftaran dan verifikasi cagar budaya Bojonegoro telah mengamankan fosil kepala gajah purba yang ditemukan di Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu. Saat ini, fosil disimpan sementara di Museum 13, yang ada di SDN Panjunan II, Kalitidu.(**mcb)

Leave a Comment