Share

Proyek Banyuurip Kurangi Naker, Nakertransos Gelar Pelatihan 12 ribu Orang

Media Center (Bojonegoro) – Jumlah pengangguran di Kabupaten Bojonegoro diprediski akan meningkat signifikan. Hal ini menyusul adanya pengurangan tenaga kerja (Naker) di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang bersentra di Kecamatan Gayam, menjelang selesainya proyek konstruksi pembangunan fasilitas produksi puncak. Dalam sebulan saja, jumlah naker yang dikurangi mencapai lebih dari 1000 orang.
Pengurangan naker ini akan terus berlangsung sampai pembangunan fasilitas puncak produksi yang dilaksanakan kontraktor rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) Banyuurip rampung pada pertengahan tahun ini.

“Pengurangan naker di bulan Pebruari kemarin lebih dari 1000 naker,” kata Budi Karyawan, Community Affairs PT Tripatra & Constructor, pelaksana proyek EPC-1 Banyuuurip.

Menurut Budi, pengurangan naker ini akan dilakukan setiap bulan karena sejumlah pekerjaan telah selesai dikerjakan oleh subkontraktornya. “Untuk bulan Maret ini masih dalam proses. Kita menunggu laporan dari subkontrator,” ujar Budi.

Untuk mengantisipasi penumpukan pengangguran ini, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro tengah melaksanakan pelatihan bagi 12 ribu warga Bojonegoro. Ada beberapa jenis pelatihan yang digelar di antaranya adalah rias, elektro, tata boga, listrik, serta pelatihan skill. Pelatihan tersebut dilaksanakan di masing-masing desa, dan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Ngumpakdalem, serta di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu.
“Harapan kita dengan pelatihan ini mereka memiliki keterampilan. Selain bisa bersaing di bursa kerja, juga dapat membuka usaha sendiri dan menciptakan peluang kerja,” sambung Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono.(dwi)

Leave a Comment