Share

Proyek JTB Bojonegoro Membutuhkan 3.800 Tenaga Kerja

Bojonegoro, 16/1 (Media Center) – Proses rekrutmen tenaga kerja di proyek unitisasi pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dimulai Maret-April dengan jumlah kebutuhan sekitar 3.800 tenaga kerja.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga kerja Disperinaker Bojonegoro Joko Santoso, di Bojonegoro, Selasa, menjelaskan sesuai jadwal proses rekrutmen tenaga kerja proyek unitisasi lapangan gas JTB dengan operator Pertamina EP Cepu (PEPC), mulai Maret sampai April.

Kebutuhan sekitar 3.800 tenaga kerja itu, lanjut dia, berdasarkan data yang dikirimkan sub kontraktor PT Rekayasa Industri (Rekind), yang jumlahnya puluhan kontraktor.

“Ya kebutuhan tenaga kerjanya macam-macam mulai tenaga kerja terampil sampai tenaga kerja biasa,” ucapnya menjelaskan.

Yang jelas, menurut dia, proses pendaftaran tenaga kerja di proyek unitisasi pengembangan lapangan gas JTB harus melalui pendaftaran.

“Baru proses tes pelaksananya kontraktor di bawah pengawasan disperinaker,” katanya menegaskan.

Ia menambahkan disperinaker baru saja menerima laporan bahwa salah satu sub kontraktor PT Rekind baru saja melaporkan membutuhkan delapan tenaga kerja keamanan.

“Tenaga kerja keamanannya sudah tersedia, tapi sub kontraktornya belum datang lagi ke kantor kami,” ucapnya.

Lapangan Jambaran Tiung Biru dengan investasi sekitar US$ 1,5 miliar akan memproduksikan gas sebesar 330 MMSCFD dengan penjualan sebesar 172 MMSCFD selama 16 tahun (plateu).

Dari 172 MMSCFD pemanfaatan gas tersebut, 100 MMSCFD akan disalurkan ke PLN Wilayah Gresik dengan harga US$ 7,6 per MMBTU flat selama masa kontrak, dan 72 MMSCFD untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan diameter 28 inch. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekitar US$ 515 juta direncanakan selesai pada tahun 2018. (*/mcb)

Leave a Comment