Share

Puji Program Bupati Percepat Peningkatan Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan rasa kagumnya kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto, saat memaparkan program-program unggulan pada sektor pertanian.

Bojonegoro (Media Center) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan rasa kagumnya kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto, saat memaparkan program-program unggulan pada sektor pertanian.

” Dari ratusan pemimpin daerah, baru kali ini saya menemukan Bupati yang memiliki pemikiran besar bagi masyarakatnya terutama di bidang pertanian. Kalau ide ini diresonansikan ke seluruh negeri kita akan kuat,” ujarnya di aula Rumah Dinas Bupati, Jumat (30/1/2015).

Dia menyampaikan, kedatangannya ke Bojonegoro sebenarnya direncanakan satu bulan lagi, tetapi Bupati Suyoto dinilai luar biasa karena berhasil mendatangkan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan  Direktorat Jenderal tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, saat panen raya beberapa waktu lalu dan menyampaikan strategi dalam meningkatkan produksi pangan.

” Banyak kepala daerah yang omong doang dengan ide briliannya, tapi actionnya tidak ada. Buat apa, ya sudah kita tinggalkan bupati yang seperti itu. Nah, dengan rencana sistem pengairan disini sekarang juga kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk segera mewujudkannya,” tandasnya.

Bahkan, pihaknya akan mendukung Bupati Suyoto dalam pembangunan waduk Gongseng dengan berkoordinasi bersama Kementerian PU. Tidak hanya itu, ketersediaan pupuk, dan kebutuhan lainnya akan dipenuhi.

” Kita akan minta dari UGM untuk melakukan pendampingan kepada para petani di Bojonegoro,”ujar bapak 4 putera itu.

Selain itu, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan akan memberikan bantuan traktor kepada petani di Bojonegoro sebanyak 460 traktor dan membantu irigasi untuk lahan pertanian seluas 4500 hektar. Dengan rincian program yang luar biasa inilah, pemerintah pusat optimis Bojonegoro menjadi pemasok padi terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Suyoto mengatakan, serapan gabah paling tinggi di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Bojonegoro. Hal ini merupakan peningkatan yang sangat pesat karena beberapa tahun yang lalu,  petani Bojonegoro selalu kesulitan pupuk dan gagal panen akibat banjir.

” Tapi sekarang sudah tidak seperti itu kondisinya,”ujar Kang Yoto, sapaan akrab Bupati.

Dia menyampaikan, pengawasan pupuk mulai diperketat oleh TNI-POLRI sampai banyak sekali kasus yang ditangani kepolisian bagi distributor maupun kios yang bermain-main dengan pupuk bersubsidi. Selian itu, sistem transparansi yang diterapkan pada dialog jumat membuka jembatan informasi pertanian selama ini.

” Kita pasti tahu dimana dan kapan terjadi kelangkaan pupuk, selain lapor di dialog jumat, pasti saya menerima sms dari masyarakat. Sehingga, langsung mengambil tindakan jika itu terjadi,”tegasnya. (re/**mcb)

Leave a Comment