Share

Puluhan Tukang Becak Lipat Surat Suara

Ratusan warga Bojonegoro, hari ini (Rabu, 12/3/2014) masih melakukan pelipatan kertas suara untuk Pemilu legislatif (pileg) 2014. Hal ini dimanfaatkan warga Bojonegoro untuk mencari penghasilan tambahan.

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan warga Bojonegoro, hari ini (Rabu, 12/3/2014) masih melakukan pelipatan kertas suara untuk Pemilu legislatif (pileg) 2014. Hal ini dimanfaatkan warga Bojonegoro untuk mencari penghasilan tambahan.

Seperti yang dilakukan Mulyadi, warga Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupatrn Bojonegoro. Ia memilih untuk ikut melipat kertas suara lantaran penghasilan yang didapatkan lebih banyak dibanding hasil mengayuh becak setiap hari.

“Kalau melipat surat suara sehari bisa dapat Rp100.000 – Rp150.000. Kalau narik becak sehari tidak sampai Rp100.000,” ujarnya sambil melipat kertas suara.

Mulyadi juga mengaku jika menjelang pesta demokrasi seperti ini, ia selalu ikut melipat kertas suara. “Tiap ada pemilu saya selalu ikut melipat surat suara,” lanjutnya.

Tak hanya Mulyadi, puluhan tukang becak lainnya juga ikut andil dalam kegiatan ini. “Sekarang narik becak sedang sepi, sementara ikut melipat surat suara,” ujar Ratno disela-sela pelipatan surat suara di gedung IKIP PGRI Bojonegoro.

Hal serupa juga dinyatakan Lestari, yang sehari-hari menjadi tukang cuci. Ia mengaku pendapatan dari melipat suara ini lumayan jika dibanding penghasilannya yang tak menentu.

“Sehari kadang dapat Rp30.000 kalau mencuci, tidak pasti karena tiap hari tidak selalu ada,” ujar warga Desa Pacul ini.

Untuk selembar surat suara dihargai Rp94,-. Rata-rata sekelompok orang yang terdiri dari 4-5 orang bisa melipat hingga 7000 lembar. Momen jelang pileg ini menjadi lahan rejeki bagi sebagian warga Bojonegoro. Rata-rata warga yang melipat kerta ini adalah tukang becak, ibu rumah tangga serta warga lainnya. (Lyamcb)

Leave a Comment