Share

Pusat Keluarkan Berbagai Aplikasi, Bojonegoro Masukkan TI Dalam Kurikulum

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro juga telah mulai menggunakan sistem-sistem berbasis TI dalam berinteraksi, baik secara internal maupun dengan masyarakat. “Akses itu sudah dilakukan di Bojonegoro, rakyat bisa dengan bebas menyalurkan aspirasinya melalui berbagai jalur,” jelas Kusnandaka Tjatur

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur bakal memasukkan Teknologi Informasi (TI) dalam kurikulum di sekolah-sekolah. “Kita akan memasukkan TI dalam kurikulum, jadi nantinya para pelajar dan guru akan dapat lebih merasakan dan berperan dalam hal informatika,” kata Drs H Suyoto, MSi (Kang Yoto), Bupati Bojonegoro.

Menurut Kang Yoto, hal itu akan menjadi sinkron dengan sejumlah program, termasuk program penerapan sistem berbasis TI yang telah dirancang. “Gambarannya adalah, akan lebih banyak menulis dan membagikannya di berbagai situs internet,” tambahnya.

Salah satunya adalah aplikasi Lapor ! yang merupakan program dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang bakal dilakukan peluncurannya pada 1 Juli mendatang.

“Sekarang itu, seluruh data di Bojonegoro sudah disebarkan melalui fasilitas UKP4, jadi baik pelajar maupun guru, kalau mencari bahan tulisannya tinggal melihat data-data tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2014, pemerintah pusat banyak mengeluarkan aplikasi-aplikasi berbasis TI. Hal itu menjadikan penguasaan TI merupakan salah satu syarat mutlak. Selain aplikasi dari UKP4, berbagai aplikasi lain juga mulai disosialisasikan, diantaranya adalah Pendaftaran Siswa Baru (PSB) online, rekruitmen calon anggota polisi yang juga berbasis TI, program bidik misi juga menggunakan basis TI, dan masih banyak lagi.

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro juga telah mulai menggunakan sistem-sistem berbasis TI dalam berinteraksi, baik secara internal maupun dengan masyarakat. “Akses itu sudah dilakukan di Bojonegoro, rakyat bisa dengan bebas menyalurkan aspirasinya melalui berbagai jalur,” jelas Kusnandaka Tjatur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro.

Akses yang dimaksud adalah yang melalui tatap muka langsung maupun berbasis TI. “Mulai dialog jumat, akun twitter SKPD, sms centre, melalui radio Malowopati, web SKPD, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dalam hal ini, Dinas Kominfo, telah menyiapkan program-program khusus, yakni melalui Klinik TI, Kelas Jurnalistik, Desk Informasi, hingga pendampingan KIM berbasis TI. “Semuanya gratis dan terbuka untuk umum, disitu dapat belajar dan bertanya apapun untuk pemanfaatan TI dan penulisannya,” pungkasnya. (*/mcb )

Leave a Comment