Share

Raibnya 125 Ton Pupuk Bersubsidi, Disperta Ancam Operator

Kebenaran raibnya pupuk-pupuk bersubsidi untuk petani itu dinyatakan oleh sejumlah orang yang bertugas di kantor bagian barat gudang yang dioperatori oleh PT AJG tersebut.

Bojonegoro (Media Center) – Sedikitnya 125 Ton pupuk bersubsidi di gudang penyangga pupuk Bojonegoro IV di Kalitid, Bojonegoro, Jawa Timur, dinyatakan hilang. Itu didapatkan dari  data yang diperoleh dari PT. Aneka Jasa Grhadika (AJG) selaku anak perusahaan PT. Petrokimia Gresik yang mengoperatori Gudang berkapsitas 5 ribu ton tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Bojonegoro menyatakan bakal memutuskan kontrak bila memang hal itu benar-benar terjadi. “Saya belum tahu, mohon waktu untuk cek ke lapangan, kalau memang terjadi sanksinya adalah pemutusan kontrak, “ kata Ahmad Jupari, Kepala Disperta Bojonegoro.

Kebenaran raibnya pupuk-pupuk bersubsidi untuk petani itu dinyatakan oleh sejumlah orang yang bertugas di kantor bagian barat gudang yang dioperatori oleh PT AJG tersebut. Namun mereka mengaku tidak tahu secara detail persoalan yang terjadi, hanya mengetahui sebatas jumlah pupuk yang raib. Dikarenakan mereka staf baru, menggantikan staf-staf lama yang telkah dipindahkan ke Gresik

Disebutkan, raibnya ratusan ton pupuk itu, karena peran salah satu distributor pupuk di Bojonegoro, kini distributor tersebut sedang melakukan penggalangan stempel ke sejumlah kios resmi miliknya yang disinyalir ada kaitannya dengan raibnya pupuk tersebut. Hingga saat ini, Direktur PT. AJG, Sunawi belum bersedia memberikan keterangan mengenai hal tersebut.

Raibnya pupuk itu sendiri diketahui setelah PT Petrokimia Gresik menemukan selisih jumlah dari berkas Delivery Order (DO) dengan jumlah fisik yang ada di gudang. Diperkirakan, modus yang digunakan adalah pengambilan pupuk tanpa DO oleh pihak yang sudah dikenal oleh pihak gudang. (*/guf/mcb)

Leave a Comment