Share

Rakor Penanganan Konflik Bahas Tujuh Masalah

Bojonegoro (Media Center) – Berbagai permasalahan dan konflik di masyarakat masih dihadapi oleh Kabupaten Bojonegoro. Melihat kondisi ini, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Kamis (25/6) kemarin.

Dalam agenda yang digelar di ruang Angling Dharma, Pemkab Bojonegoro ini, Wakil Bupati, Setyo Hartono membuka sekaligus menyampaikan beberapa hal yang menjadi pokok bahasan dalam rakor ini. Diantaranya adalah keberadaan minyak bumi pada Sumur Tua di Kecamatan Kedewan dan Malo yang harus diantisipasi dengan menggelar aksi penertiban ilegal mining (pertambangan ilegal).

“Sumber potensi konfliknya sendiri adalah kepentingan berbeda antara para stakeholder yang meliputi Pertamina, pemkab, Perhutani, pengusaha dan masyarakat,” jelas Setyo Hartono di depan Muspika dan Muspida yang memenuhi Angling Dharma.

Selain itu, enam masalah lainnya yang menjadi bahasan adalah pembagian air dari Waduk Pacal yang memicu terjadinya pencurian air dan perusakan fasilitas negara, pembangunan Waduk Gongseng dengan tujuan menyelesaikan tukar guling dengan perhutani serta relokasi warga.

Potensi konflik lainnya, lanjut Setyo, adalah keberadaan warung remang-remang, karaoke, peredaran miras, biliyard dan rumah kos, juga tambang pasir di Sungai Bengawan Solo.

“Penertiban penambang pasir mekanik ini sesuai pemberlakukan UU No. 32 tahun 2009 dalam penindakan terhadap pihak terlibat penambang pasir,” imbuh Wabup.

Lainnya, Bojonegoro juga tengah menghadapi potensi konflik dari isu gerakan radikal kanan serta tawuran antar perguruan silat di Bojonegoro.(lya/*mcb)

Leave a Comment