Share

Ratakan Pembangunan, Bojonegoro Hilangkan Tanda Masuk Kota

Desember 2014 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menghilangkan tanda masuk wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro. Batas-batas ini berupa gapura seperti di Kalianyar, Banjarsari dan di kawasan Jetak.

Bojonegoro (Media Center) – Desember 2014 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menghilangkan tanda masuk wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro. Batas-batas ini berupa gapura seperti di Kalianyar, Banjarsari dan di kawasan Jetak.

Menurut Suyoto, Bupati Bojonegoro, hal ini sebagai upaya untuk memeratakan pembangunan. Dengan kata lain, tak ada batas dan perbedaan antara wilayah Kecamatan Bojonegoro dengan kecamatan lainnya.

“Kita ciptakan Desa Rasa Kota, pembangunan juga kita arahkan ke desa-desa. Seperti penataan makam hijau dan asri dilakukan di desa-desa,” jelasnya saat memberikan pengarahan pada pembekalan pemberkasan CPNS Bojonegoro yang dinyatakan lolos seleksi, Selasa (6/1/2015) kemarin.

Tak hanya itu, Bupati juga meminta agar para CPNS yang berasal dari luar Bojonegoro segera menetap di Bojonegoro. Hal ini untuk efisiensi dan menambah semangat kerja para CPNS untuk mentransformasikan pikirannya pada Bojonegoro.(**mcb)

1 Comment on this Post

  1. Masduki Gayam Swadaya Graha

    Siiiiiiiiiipppp biar kesan kota bojonegoro semakin luas dan besar, Artinya selama ini kota bojonegoro berkesan sangat kecil dan tak layak sbg ibukota eks karesidenan. Dgn hilangnya gapura pembatas kota maka sekarang bojonegoro menuju kota yg besar.

    Reply

Leave a Comment