Share

Ratusan Warga Bojonegoro Serang Lokasi Penambangan Pasir

Kasatpol PP Pemkab Bojonegoro Kusbiyanto membenarkan kejadian perusakan alat penyedot pasir di wilayah kerjanya. “Satpol PP telah ke lokasi untuk memeriksa dan mencatat semua yang terjadi dan setelah itu akan dihentikan penyedotan pasir yang dari laporan sangat menganggu warga dan termasuk kegiatan illegal,” katanya.

Bojonegoro (Media Center) – Puluhan warga Desa Tulungagung Kecamatan Malo, Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pengrusakjan alat penyedot pasir milik warga Desa Mayangrejo Kecamatan Kalitidu di Sungai Bengawan Solo, Minggu (13/07/2014). Mereka terpaksa melakukannya, karena kegiatan penyedotan yang dilakukan di seberang desanya itu dirasa sangat mengganggu, selain bising juga dikhawatirkan merusak tebing sungai yang dekat dengan pemukiman warga.

Sekitar 150 orang warga Desa Tulungagung, menyeberang naik dua perahu besar dengan membawa linggis dan bendo (pisau tajam). Sesampai diseberang, mereka mencabuti puluhan meter selang dan 15 diesel penyedot pasir.

Mengetahui diserbu, sekitar 30 pekerja dan pengusaha penyedotan pasir melarikan diri dari lokasi. Mereka semburat naik ke tebing sungai dan masuk ke pemukiman warga, sempat dikatakan, mereka akan melawan serbuan warga seberang. Namun karena kalah jumlah , akhirnya pelaku penyedotan memilih melarikan diri.

Melihat pelaku penyedotan pasir tidak di lokasi, warga Desa Tulungagung dengan berbagai cara merusaki semua yang terlihat di lokasi. “Ini amuk spontan dari warga Tulungagung, padahal sering diminta untuk menghentikan kegiatan penyedotan, tapi tak pernah dihiraukan, “ kata Yanto (45), warga Desa Tulungagung.

Menurutnya, pengusaha penyedotan pasir melakukan aktifitasnya mulai pagi hingga malam. Warga sebelumnya mendiamkan diri, saat diminta untuk berhenti pada awal Ramadhan agar tak mengganggu Sholat Tarawih.  “Ya akhirnya, saya dan semua warga ngamuk, “ jelasnya.

Kasatpol PP Pemkab Bojonegoro Kusbiyanto membenarkan kejadian perusakan alat penyedot pasir di wilayah kerjanya. “Satpol PP telah ke lokasi untuk memeriksa dan mencatat semua yang terjadi dan setelah itu akan dihentikan penyedotan pasir yang dari laporan sangat menganggu warga dan termasuk kegiatan illegal,” katanya.

Menurut Kusbiyanto, saat ini suasana di lokasi kejadian telah berangsur kondusif,“ katanya. (*/gufron/mcb)

Leave a Comment