Share

Rawan Banjir, Petani Kanor Panen Raya

Ratusan petani Desa Kanor Kecamatan Kanorberbahagia lantaran bisa menikmati berkah panen raya padi. Daerah yang dulunya langganan banjir ini kini bisa menikmati hasil panen padi. Para petani merayakan panen raya yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, Jumat (2/1) pagi tadi.

Bojonegoro (Media Center) – Ratusan petani Desa Kanor Kecamatan Kanorberbahagia lantaran bisa menikmati berkah panen raya padi. Daerah yang dulunya langganan banjir ini kini bisa menikmati hasil panen padi. Para petani merayakan panen raya yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, Jumat (2/1/2014) pagi tadi.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kanor, Djumadi, menjelaskan bahwa panen raya padi khusus di Desa Kanor pada hari ini dengan luasan mencapai 210 hektar. Lahan ini termasuk dalam lahan yang rawan bencana banjir akibat luapan sungai Bengaan Solo. Biasanya dimusim seperti ini sama sekali mereka tidak menggarap padi.

“Selama ini jika musim hujan seperti ini apalagi dipuncak musim penghujan lahan pertanian ini menjadi daerah rawa yang tergenang air. Kini mereka justru mampu panen raya,” jelasnya.

Dijelaskan, dari luasan 210 hektar ini setiap hektarnya mampu menghasilkan produksi kurang lebih 8 ton. Untuk wilayah Kecamatan Kanor potensi lahan sawah disepanjang sungai Bengaan Solo seluas 2.761 hektar yang tersebar di 17 desa. Sedangkan yang panen sebelum banjir ini adalah 727 hektar yang tersebar di 8 desa. Yang baru akan dimulai penan pada hari ini seluar 2.034 hektar di 9 dessa.Ditambahkan, total panen menjelang banjir ini adalah 2.761 hektar dengan produksi 20.127 ton dengan rata-rata produksi per hektar mencapai 7,29 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Djupari menambahkan, dengan jumlah panenan ini, memungkinkan Kecamatan kanor bisa menjadi lumbung beras. Daerah yang menjadi langganan banjir saat musim penghujan ini biasanya mengalami gagal panen lantaran terendam banjir. Para petani didampingi Dinas Pertanian menerapkan berbagai cara agar bisa panen sebelum banjir.

“Kita majukan aktu tanam sekitar dua minggu, dan hasilnya sangat bagus karena padi tak kekurangan air atau terendam banjir,” jelasnya.(**mcb)

Leave a Comment