Share

Rempeyek Daun Kelor, Pemanfaatan Tumbuhan di Sekitar Pekarangan Jadi Ladang Usaha

Bojonegoro – Liniswati atau akrab disapa Susi tampak sibuk mengatur produk jajan kering di etalase bersama suaminya. Keduanya kompak mengoptimalkan kesempatan untuk memajang produk keripik buatan mereka di Pusat Oleh-Oleh Bojonegoro Rezeki. Tepatnya di ruko Taman Rajekwesi. Mengenakan batik hijau, Susi sapaan akrabnya mengatakan sudah memiliki 20 produk makanan kering dan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah.

Namun ada yang unik dari produk olahan Susi. Jika rempeyek biasa menggunakan kacang, Susi berinovasi dengan daun kelor. Kemasan yang menarik dan transparan pada bagian tertentu menjadikan produk milik Susi tampak menarik dimata dan menggugah selera.

Rasa gurih dan renyah dari rempeyek kelor cocok untuk dinikmati sebagai camilan ringan. Rempeyek ini juga cocok bagi penikmat yang tidak menyukai tekstur daun kelor yang sedikit kasar jika diolah menjadi sayur bening. Jadi, pengolahan daun kelor menjadi rempeyek menjadi alternatif yang kreatif.

Perempuan asal Kecamatan Kalitidu itu mengaku, bahan mentah dia dapatkan dari hasil menanam di pekarangan rumah. Baik itu tanaman pisang dan daun kelor. Selama ini, dia juga tak pernah kekurangan bahan baku.

“Di sekitar rumah banyak tumbuh pohon kelor. Tetangga-tetangga juga banyak yang punya. Dari sana, daun kelor kita bikin rempeyek,” ujar Susi yang sudah 12 tahun mengeluti bidang kuliner ini.

Bisnis camilan yang digeluti Susi juga turut menciptakan lapangan pekerjaan di sekitar rumahnya. Susi mengatakan, kini dia telah memiliki tiga orang pegawai ibu rumah tangga. Hanya satu kendalanya, Susi kurang piawai bermain gawai. Sehingga, penjualan secara online seperti di Instagram dan Facebook semua dijalankan oleh anaknya.

“Jadi untuk penjualan online saya terbatas. Sekarang lebih menitipkan di toko-toko modern di Bojonegoro. Selain rempeyek daun kelor juga ada keripik lainnya, seperti keripik pisang, tempe, jari-jari tela ungu, rempeyek dan masih banyak lagi. Semua yang ada merek Madju Roso produk saya,” tuturnya.

Untuk harga bervariasi. Rempeyek Daun Kelor dan Tela-Tela Ubi Ungu dibandrol Rp 10.000, sementara keripik tempe dan rempeyek masing-masing dibandrol Rp 6.000.

Info pemesanan : 087860003855

Leave a Comment