Share

Resep dari Bojonegoro, Cegah Gelombang Eksodus eks PSK Dolly

secara rutin mengadakan kegiatan pengajian di lingkungannya. “Kalau mushollanya ramai dengan pengajian, mungkin saja para PSK dan tamu hidung belangnya jadi sungkan,” jelasnya

Bojonegoro (Media Center) – Berbagai upaya dilakukan untuk menekan pertumbuhan praktik prostitusi di Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh pengurus RT di eks lokalisasi Kalisari, Kecamatan Trucuk.

“Kami lebih pada upaya membudayakan rasa malu dan sungkan,” jelas Suswondo, Ketua RT 12, RW 02 yang merupakan lokasi eks lokalisasi Kalisari. Suswondo mengaku, saat ini praktik prostitusi di tempatnya itu masih terus berlangsung, meskipun tak lagi terbuka seperti sebelumnya.

Ia berbagi resep mengenai upayanya menekan pertumbuhan praktik ilegal itu, menyusul kekhawatiran akan terjadi gelombang eksodus eks Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Dolly Surabaya di Bojonegoro.

“Salah satunya adalah dengan gencar membuat aktifitas-aktifitas relijius,” tambahnya. Ia mengatakan, bahwa lokalisasi yang ada, hampir semuanya berada di kawasan pemukiman, yang artinya bercampur antara antara rumah bordir dengan rumah tangga biasa dalam satu kawasan.

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya gencar mengajak warga lokal, yang notabene bukan rumah bordir, untuk secara rutin mengadakan kegiatan pengajian di lingkungannya. “Kalau mushollanya ramai dengan pengajian, mungkin saja para PSK dan tamu hidung belangnya jadi sungkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro, melakukan upaya pencegahan gelombang eksodus PSK Dolly dengan melakukan razia di rumah-rumah kost. Sementara Dinas Ketenaga Kerjaaan, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) melakukan aksi penjemputan dan pendataan eks PSK Dolly asal Bojonegoro. (*/mcb )

Leave a Comment