Share

Ribuan KK di Bojonegoro, Dihantui Kekeringan

Pemerintah desa, lanjut Ali, telah berupaya akan membangun jaringan pipa 2,5 dim dari tandon air sampai Dusun Plosorejo dan Kebonagung dengan menggunakan uang hasil lelang tanah kas desa. Namun rencana tersebut di tolak warga Dusun Parengan karena dinilai tidak melalui musyawarah.

Bojonegoro (Media Center) – Sedikitnya 1100 kepala keluarga (KK) di dua dusun yang ada di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam kesulitan air bersih setiap musim kemarau.

Dua dusun itu adalah Dusun Plosorejo dengan jumlah 540 KK dan Dusun Kebonagung sebanyak 670 KK. Warga biasanya mulai dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih pada bulan Juli-Agustus.

“Kalau sudah memasuki bulan delapan, sudah pasti di dua dusun itu kesulitan air bersih,” kata Kepala Desa Sumberagung, M. Ali Muhsin.

Sebenarnya di Desa Sumberagung sudah ada tandon air bersih program WSLIHC dari Dinas Kesehatan, nnamun program itu belum dapat menjangkau rumah warga di dua dusun tersebut karena belum ada jaringan pipa.

“Setiap kemarau datang mereka mengambil air bersih di tandon itu menggunakan jerigen yang diangkut sepeda pancal yang jaraknya dua kilo meter dari rumah mereka,” ujar Ali Muhsin.

Pemerintah desa, lanjut Ali, telah berupaya akan membangun jaringan pipa 2,5 dim dari tandon air sampai Dusun Plosorejo dan Kebonagung dengan menggunakan uang hasil lelang tanah kas desa.

Namun rencana tersebut di tolak warga Dusun Parengan karena dinilai tidak melalui musyawarah. Bahkan warga meminta agar uang yang sudah terlanjur dibelikan pipa senilai Rp26 juta untuk dikembalikan.

“Ya mau bagaimana lagi, warga meminta uangnya dikembalikan. Tapi saya tetap akan mengusahakan dua dusun itu bisa dibangun pipa air bersih,” pungkas Ali. (*/numcb)

Leave a Comment