Share

Sambut Kedatangan KSAD, Pangdam Tinjau Lokasi

Panglima Daerah Militer (Pangdam) Kodam V Brawijaya, Jawa timur, Maijen TNI Eko Wiratmoko bersama Kepala Staf Daerah Militer (KASDAM), Brigjen TNI Kustanto Widiyatmoko melakukan peninjauan lokasi panen raya di Desa Kedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin siang (19/1/2015).

Bojonegoro (Media Center) – Panglima Daerah Militer (Pangdam) Kodam V Brawijaya, Jawa timur, Maijen TNI Eko Wiratmoko bersama Kepala Staf Daerah Militer (KASDAM), Brigjen TNI Kustanto Widiyatmoko melakukan peninjauan lokasi panen raya di Desa Kedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin siang (19/1/2015).

Peninjauan ini sebagai persiapan kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantio dan Menteri Pertanian RI, Andi Arman Sulaiman di Desa Kedungarum pada Rabu, 21 Januari 2015 mendatang.

Dalam peninjauannya Pangdam dan Kasdam menggunakan helikopter jenis Bell dan mendarat di Lapangan Desa Simorejo, Kecamatan Kanor sekitar pukul 13.00 WIB. Rencananya lapangan inilah yang akan digunakan tempat mendarat helikopter KSAD.

Komandan Distrik Militer 0813 Bojonegoro, Letkol Arhanud Sjahrir Ridjadi, mengatakan, dipilihnya Lapangan Simorejo karena lokasinya cukup luas dan jauh dari rumah warga. Selain itu jarak dengan lokasi panen raya juga lumayan dekat sehingga dapat ditempuh dengan jalur darat.

“Setelah beberapa hari kemarin kita mengecek lokasi, lapangan ini paling strategis untuk pendaratan Pak KASAD dan Menteri Pertanian besok Rabu,” ujar Sjahrir Ridjadi disela menyambut kedatangan Pangdam dan Kasdam di lapangan Desa Simorejo, Kecamatan Kanor.

Sjahrir mengungkapkan, kedatangan KSAD ke Desa Kedungarum besok selain melakukan panen raya juga dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan. Untuk mendukung program tersebut akan diberikan pendampingan kepada para petani. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir para anggota TNI mendapat intruksi untuk melakukan pendampingan kepada para petani selain tugas tokok seorang TNI.

“Nanti semua Babinsa akan dibekali dengan ilmu pertanian agar bisa mendampingi petani. Ini sudah dilakukan di Kota Bone, Sulawesi dan berhasil,” tandasnya.(dwi/**mcb)

Leave a Comment