Share

SAMBUTAN BUPATI BOJONEGORO PADA SHALAT IDHUL ADHA 1437 H

Bojonegoro, Media Center – 12 September 2016

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah Wassukru Lillah,
Shollallahu ala sayyidina
Muhammad waala aalihi salallam
Allahu akbar Allahu akbar
Walillahilhamd

Hadirin kaum muslimin dan muslimat yang saya cintai
Pagi ini kita semua berada di tempat ini, saya yakin kita semua dalam suasana bahagia dalam rahmad Allah SWT. Tentu saja kita semua berdo’a agar hari ini dan esuk kita semua dapat hidup lebih lagi. Bersamaan dengan suasana Idul Adha, marilah kita bersama-sama merenungkan pelajaran dari Nabi Ibrahim dan Ismail yang kita yakini sangat relevan, tepat untuk kita hadirkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan dalam diri kita mengelola pembangunan di desa dan Kabupaten Bojonegoro yang kita cintai ini.

Dalam kesempatan yang baik ini saya ingin mengingatkan empat pelajaran dari Nabi Ibrahim, yaitu pentingnya mengalahkan hawa nafsu dengan tauhid, perhatian terhadap negeri, pengorbanan dan perhatian terhadap generasi muda. Nabi Ibrahim adalah contoh yang sempurna dalam rangka membuktikan kesetiaan terhadap Allah SWT. Beliau rela mengembara, menyembelih putranya, melawan rajanya sendiri dan bahkan meninggalkan orang tuanya demi memenuhi perintah Allah. Padahal dibalik kerelaan dan pengorbanan itu Nabi Ibrahim adalah pribadi yang dekat dan sayang dengan semua yang ditinggalkannya.

Kita semua juga tahu beliaulah yang berdo’a agar negerinya aman sejahtera atau baldatun toyyiban warobbun ghofur. Sejarah membuktikan bahwa para pemimpin zaman di dunia ini adalah anak turun Nabi Ibrahim. Ini semua dapat terjadi karena beliau sejak awal sangat peduli dengan pendidikan generasi muda.

Hadirin Bapak Ibu yang saya cintai
Kita patut bersyukur bahwa Bojonegoro, daerah yang kita cintai ini, saat ini dikenal dari luar bukan hanya tempatnya banjir, kekeringan, pengangguran, kemiskinan dan tempatnya mencari pembantu. Ini semua adalah hasil kerja cerdas, tepat, dan cepat kita semua, sehingga berbagai terobosan dapat ditemukan dalam mengatasi masalah bersama. Jalan pembangunan untuk menjadikan Bojonegoro sebagai baldatun toyyibatun warrobun ghofur atau kabupaten yang matooh yang selalu dalam ampunan Allah masih panjang. Agar kesejahteraan terus meningkat dan kemiskinan terus berkurang, kita harus terus membangun pertanian dengan mengoptimalkan lahan, pengelolaan air, bibit yang baik, pola tanam dan penen yang tepat.

Kita bersyukur produksi padi Bojonegoro tahun lalu mencapai 907 ribu ton dan jika kita sungguh-sungguh, produksi ini akan terus bisa meningkat di masa-masa yang akan datang.
Selanjutnya dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan rakyat, maka kita akan terus dorong industri masuk pedesaan, penguatan sektor jasa baik bidang pendidikan dan kesehatan, sektor wisata baik yang berbasis komunitas pedesaan maupun usaha padat modal wisata akan terus kita pacu pertumbuhannya dengan berbagai kebijakan insentif lokal, begitu juga denga sektor perdagangan dan jasa.

Untuk ini tentu diperlukan kesiapan sumber daya manusia. Bila kita ingin Rumah Sakit Dr. Sosodoro Djatikoesoemo kelak menjadi rujukan regional, maka diperlukan banyak sekali dokter spesialis yang berpengalaman, untuk industri diperlukan banyak tenaga terampil lulusan diploma, untuk membangun wisata diperlukan banyak tenaga terampil dan bermental pengusaha yang handal. Untuk itulah maka sekali lagi mari kita teladani Nabi Ibrahim, caranya : kalahkan egoisme, cintai daerah kita ini dengan berusaha menghadirkan masa depan yang lebih baik, mari kita kelola semua potensi yang ada dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada yang hilang sia-sia, mari kita terus belajar dan saling mendukung, mari kita terus perkuat pendidikan anak-anak kita.

Mari kita wujudkan generasi yang sehat lahir batinnya, cerdas, produktif beramal sholeh, yang karyanya kelak laku dan diakui kebaikannya oleh banyak pihak, generasi yang kelak hidupnya bahagia dari kita hari ini.

Perhatikanlah pendidikan anak usia dini, sekolah dasar dan menengahnya. Perhatikanlah bakat anak-anak kita, beri kesempatan mereka kelak tumbuh sehat dengan bakat. Ingat tidak semua anak berbakat menjadi dokter, tidak semua mereka harus sekolah umum, kuliah S1. Banyak anak yang akan sukses hidup mandiri dengan sekolah keterampilan atau vocasional, maka bimbinglah mereka masuk masuk SMK atau kuliah diploma, untuk mendorong industri, wisata dan jasa, Bojonegoro memerlukan banyak lulusan diploma, untuk inilah kita memerlukan Poltek dan Akademi Komunitas.
Kepada seluruh bapak ibu yang selama ini telah bekerja untuk membuat keluarganya mandiri saya sampaikan selamat dan terima kasih.

Kepada bapak, ibu saudara-saudara yang selain bekerja untuk diri dan keluarga namun juga berjuang demi lingkungan dan segenap rakyat bojonegoro saya sampaikan terima kasih. Kepada kalian akan lebih sukses mengarungi hidup dan berkarya.

Demikian sambutan saya, semoga Allah meridhoi langkah kita semua.

Allahu Akbar Allahu Akbar
Walilahil hamd
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

BUPATI BOJONEGORO
ttd
Drs. H. SUYOTO, M.Si

Leave a Comment