Share

Sampai September, Ada 53 Kasus Kebakaran di Bojonegoro

Bojonegoro, 22/9 (Media Center) – Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, sejak Januari hingga September 2017 ini jumlah kebaran mencapai 53 kasus.

“Jumlah tersebut rinciannya 42 kebakaran pemukiman dan sisanya hutan dan lahan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Andik Sudjarwo, Kamis (21/9/2017).

Kasus terakhir terjadi pada Rabu (20/9/2017) sore yang menimpa kediaman Juari (65) warga Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, dan kandang sapi milik Joko Ibrahim (36) di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

“Rumah Juari terbakar karena tungku api, sedangkan kandang sapi terbakar karena ada anak-anak yang membakar jerami,” jelasnya.

Andik mengaku, sebagian besar faktor kebakaran di pemukiman disebabkan karena korsleting listrik, kemudian kebocoran gas dari LPG dan tungku api.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak meninggalkan tungku api saat memasak atau saat membakar sampah. Serta membatasi penggunaan alat elektronik yang berlebihan karena bisa mengakibatkan kabel meleleh.

“Itulah awal dari korsleting listrik yang mendominasi kebakaran sekarang ini,” tandasnya.

Sementara itu informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran setempat menyebutkan, kebakaran yang terjadi di Desa Mojorejo berawal saat istri Juari, yakni Nastri sedang merebus air dan ditinggal pergi kerumah tetangganya.

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Posko BPBD di Kecamatan Padangan yang dibantu petugas kepolisian dan satpol pp setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp75 juta.

Sementara kebakaran yang terjadi di kandang sapi milik Joko Ibrahim (36) di Desa Katur disebabkan dari api yang membakar tumpukan jerami akibat ulah anak-anak.

Api berhasil dipadamkan dengan mengerahkan tiga unit mobil damkar dari Posko BPBD Kota dan Padangan.(*dwi/mcb)

Leave a Comment