Share

Satpol PP Akan Tindak Tegas Penambang Pasir Ilegal

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro akan mengambil tindakan tegas untuk menertibkan para penambang pasir ilegal yang menggunakan mesin mekanik. Pasalnya, tindakan para penambang mekanik ini menyebabkan kerusakan serius di bantaran Sungai Bengawan Solo yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro (Media Center) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro akan mengambil tindakan tegas untuk menertibkan para penambang pasir ilegal yang menggunakan mesin mekanik. Pasalnya, tindakan para penambang mekanik ini menyebabkan kerusakan serius di bantaran Sungai Bengawan Solo yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Hal ini disampaikan Arwan, Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro. Ia berkomitmen mengambil langkah tegas untuk menghentikan penambangan pasir ilegal.  “Kerusakan lingkungan ini sudah darurat. Kita akan tindak tegas. Kalau perlu akan kita tenggelamkan mesin-mesin mekanik mereka agar tidak bisa beroperasi lagi,” tegas Arwan.

Ia berharap, agar masyarakat turut mendukung upaya penertiban penambang pasir ilegal. Sebab gagalnya operasi yang dilakukan selama ini karena adanya perlindungan dari masyarakat yang selama ini memperoleh kompensasi dari penambangan liar.

“Kalau ingin diberantas, masyarakat juga harus mendukung. Jangan justru menghalang-halangi petugas,” tandas mantan Camat Baurno itu.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Iskandar. Menurutnya, penambangan pasir ilegal dengan mekanik ini telah mengganggu aktifitas dan keselamatan penumpang perahu di penyeberangan Sungai Bengawan Solo.

“Karena kedalaman sungai menjadi tak rata sehingga dapat mengancam keselamatan jasa angkutan air,” sambung Iskandar.

Sesuai pendataan yang dilakukan, lanjut Iskandar, terdapat 78 perahu tradisional pengangkut penumpang. Puluhan perahu itu tersebar di penyeberangan (tambangan) mulai Kecamatan Ngraho hing Baurno.

“Saya sangat setuju kalau mesin-mesin mekanik itu ditenggelamkan dan diproses secara hukum pelakunya karena sudah mengancam keselamatan penumpang,” tegas Iskandar.(dwi/**mcb)

Leave a Comment