Share

Selewengkan Pupuk Bersubsidi Bisa Dipidana

Bojonegoro (Media Center) – Pemilik kios resmi maupun pengecer pupuk diminta untuk bermain-main dengan pupuk bersubsidi. Sebab apabila kios pupuk terbukti melakukan kesalahan dengan menjual pupuk bersubsidi tidak sesuai peruntukan, maka akan dikenai sanksi pidana.

Begitu juga bagi pengecer pupuk yang ditunjuk secara resmi terbukti menyalurkan diluar tanggung jawabnya dapat dikenai sanksi sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 15 tahun 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Kalau terbukti bersalah, maka sanksi yang diberikan bisa sampai pencabutan ijin,” tegas Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan, Fatih Yudhistira, Selasa (31/3/2015).

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Djupari, mengaku, menyayangkan adanya penimbunan pupuk yang digerebek oleh jajaran Kodim 0813 pada Minggu (29/3/2015) lalu di Kecamatan Kepohbaru. Hal ini merupakan salah satu penyebab adanya kelangkaan pupuk di tingkat petani.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk dengan menggandeng masyarakat,” ujar Djupari dikonfirmasi terpisah.

Dia menjelaskan, pupuk yang digerebek kemarin merupakan pupuk bersubsidi dan bukan pupuk ilegal. Hal itu terjadi karena adanya kesalahan dari pihak kios pupuk di Lamongan yang salah menyalurkan ke wilayah Bojonegoro. Sementara dari kios di Kecamatan Baureno yang diketahui milik H. Suyit salah menyalurkan kepada petani di Kecamatan Kepohbaru.

“Jadi tidak ada yang namanya manipulasi RDKK, semua murni kesalahan kios,” tegas Djupari.(dwi)

Leave a Comment