Share

Semangat Siswa SMP Ar-Ridwan Belajar di Rumah

Bojonegoro, Media Center – Sudah hampir tiga pekan ini, kegiatan belajar mengajar para siswa sekolah dilakukan di rumah lewat daring (online). Tantangan belajar di rumah sangat besar. Siswa tetap diminta melakukan kewajibannya belajar sebagaimana saat di sekolah.

Di SMP Plus Ar-Ridwan Bojonegoro, siswa tetap melakukan hafalan Al-Qur’an atau tahfidzul Qur’an sebagai bagian dari kurikulum. Mereka setor hapalan sebanyak 3 kali. Para guru tetap memantau dan mengawal hapalan para santri melalui buku komunikasi dan setoran lewat video call. Sehingga, selain tetap berhubungan jarak jauh, hapalan bisa terus terkawal dengan baik.

Salah seorang guru SMP Plus Ar-Ridwan, Ust. Ahmad Burhan Faishol menyatakan, selain tetap menyetor hapalan, para santri juga mengisi buku komunikasi. Yakni buku yang isinya mencatat kegiatan para santri di rumah. “Misal santri sudah jamaah atau mengaji atau bahkan bantu orang tua di rumah, berarti ada yang dicontreng di buku tersebut,” kata dia.

Adanya buku komunikasi, kata dia, memang mempermudah orang tua di rumah mengawal anaknya. Sehingga kegiatan-kegiatan yang sudah terbiasa dilakukan di pondok, bisa tetap dilakukan dan dikawal orang tua di rumah.

Sedang untuk setoran hapalan, biasanya santri melakukan video call pada sore hari. Antara pukul 16.00 sampai 19.00. Santri yang sudah siap, kata dia, akan mengkonfirmasi kesiapan. Sehingga guru bisa langsung menghubunginya.

Faishol menjelaskan, setoran tahfidz jarak jauh memang membantu mengawal hapalan para santri. Tapi, bukan berarti hal itu tanpa kendala. Kendala utama adalah sinyal dan kuota internet. Sebab, santri tak hanya di dalam kota. Tapi juga di pelosok-pelosok desa. (nn)

Leave a Comment