Share

Seminar Sejarah Bojonegoro Bahas Kerajaan Medang Hingga Mataram Kuno

Seminar sejarah yang diikuti guru serta pelajar di Kabupaten Bojonegoro berlangsung di Ruang Anglingdarma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (22/10/2014). Kegiatan yang digagas oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB), Banyu Nggawan Bodjanegara (BNB) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro ini mengusung tema “Bojonegoro Masa Lalu, Kini dan Akan Datang”.

Bojonegoro (Media Center) – Seminar sejarah yang diikuti guru serta pelajar di Kabupaten Bojonegoro berlangsung di Ruang Anglingdarma, Pemkab Bojonegoro, Rabu (22/10/2014). Kegiatan yang digagas oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB), Banyu Nggawan Bodjanegara (BNB) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro ini mengusung tema “Bojonegoro Masa Lalu, Kini dan Akan Datang”.

Ketua panitia, Hari Nugroho mengatakan, kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari Medang Heritage Society yakni Dr. Budiono Santosa, Ph.D, SpOG dan Dr. Ribut Danusubroto. Selain itu, juga menghadirkan narasumber Martin Moentadhim, S,M yang juga penulis buku “Bojonegoro Era Prasejarah dan Jaman Kuno”. “Materinya mulai dari puncak kejayaan Mataram Kuno serta Tonggak Kejayaan dalam Sejarah dan Peradaban Medang,” jelasnya.

Saat membuka seminar yang juga dihadiri pemerhati sejarah ini, Bupati Bojonegoro, Suyoto membagikan pemikirannya soal sejarah Bojonegoro. Menurutnya, banyak peninggalan yang harus dipahami oleh warga Bojonegoro, terutama kalangan pendidik. Ia juga membahas soal keberadaan Mbah Samin yang mencoretkan sejarah tersendiri. Selain itu juga keberadaan agama Islam dan santri di tepian Bengawan Solo, namun tak ada di pedalaman hutan.

“Ini menunjukkan di tepian Bengawan Solo kebanyakan keturunan Majapahit,” paparnya.

Tak hanya memberikan sambutan saat pembukaan kegiatan ini, bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini juga mengikuti seminar hingga beberapa sesi materi.(**mcb)

Leave a Comment