Share

Seniman Trenggalek Ramaikan Ngamen Sastra

Puluhan seniman dan penyair di Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi solidaritas untuk korban bencana Gunung Kelud. Aksi solidaritas itu digelar dalam bentuk ngamen sastra kerja bareng antara Persatuan Penyair Peduli Bencana dengan Komunitas Seni Bojonegoro. Acara ini menyedot perhatian para pengunjung Alun-alun Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014) malam.

Bpjpnegoro (Media Center)- Puluhan seniman dan penyair di Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi solidaritas untuk korban bencana Gunung Kelud. Aksi solidaritas itu digelar dalam bentuk ngamen sastra kerja bareng antara Persatuan Penyair Peduli Bencana dengan Komunitas Seni Bojonegoro. Acara ini menyedot perhatian para pengunjung Alun-alun Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014) malam.

Burhannudin Joe, ketua pelaksana mengatakan, aksi serupa sudah dilakukan tiga kali di daerah lain. “Di Bojonegoro ini merupakan aksi yang ketiga,” ujarnya di sela-sela acara. Tak hanya melibatkan seniman serta sastrawan, aksi ini juga bisa diikuti masyarakat luas.

“Jadi tidak hanya seniman maupun penyair yang bisa berkespresi dalam ngamen sastra untuk solidaritas korban letusan gunung kelud ini, tapi seluruh masyarakat bisa ikut berekspresi,” imbuhnya.

Dalam pentas Ngamen Sastra itu diikuti oleh beberapa komunitas seni Bojonegoro. Tidak hanya puisi, mereka juga mementaskan beberapa karya seni seperti pantomim, musikalisasi puisi, dance atau tari hingga geguritan. Bahkan, acara ini juga diikuti seniman dari Tuban, Lamongan hingga Tosaputra dari Trenggalek.

Rata-rata karya yang ditampilkan berkaitan erat dengan tema bencana yang menjadi latar belakang acara ini. Seperti Puisi Burhan yang berjudul ” Sinabung Menggugat” yang dibacanya sebagai puisi pembuka. “Alam itu bersifat netral dan tidak pernah murka,” tutupnya. (lyamcb)

Penggalan syair “Sinabung Menggugat”:

Jangan selalu kau tuduh aku murka
Aku sangat sayang padamu

Kututup jejak-jejak keserakahanmu dengan abuku
Kututup kesombonganmu dengan merah panas laharku
Kubangunkan ketidaksadaranmu dengan gelegar letusanku

Aku tidak murka padamu
Aku sangat sayang padamu.

Leave a Comment