Share

Sesek Kanor, Masih Diminati

Hasil kerajinan dari anyaman bambu, seperti sesek, saat ini telah banyak digantikan produk buatan pabrik, meski demikian sejumlah perajin yang membuat barang tersebut ternyata masih mampu bertahan.

Bojonegoro (Media Center) – Hasil kerajinan dari anyaman bambu, seperti sesek, saat ini telah banyak digantikan produk buatan pabrik, meski demikian sejumlah perajin yang membuat barang tersebut ternyata masih mampu bertahan. Diantara sedikit perajin sesek yang sampai saat ini masih bertahan, tinggal di Desa Temu Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur. Perajin disana sekaligus menjajakan sesek buatannya dengan berkeliling keluar masuk desa.

Salah satu perajin, saat sedang mengendong sesek untuk dijajakan di Desa Cangaan, Kanor, Kamis (14/08/2014), mengaku masih bisa memasarkan sesek buatannya. Sartini (50) mengatakan, dalam sepekan dia dapat menyelesaikan 3 sampai 5 pasang sesek, dengan ukuran 2,5 x 3 Meter (M). Setiap satu lembar seseknya, ia mematok harga sekitar Rp 50 ribu.

“Penjualan lumayan, sebab warga desa yang rata-rata sekarang ini telah panen, mendapatkan uang banyak karena harganya mahal dan mereka selalu beli sesek untuk mengganti dinding rumah mereka,“ katanya.

Selain membuat sesek, perajin anyaman bambu lainnya yang ada di Kabupaten Bojonegoro, juga bisa membuat beragam produk kerajinan yang lain, seperti alat penutup kepala berupa caping, wakul, tempat sampah, tempat pakaian kotor, tas, tempat bumbu dapur dan tusuk sate. (gufr/**mcb )

Leave a Comment