Share

Setelah Memutus Kontrak, Pertamina EP Batasi Pembelian Minyak

Bojonegoro (Media Center) – Paska memutuskan kontrak kerja sama operasi (KSO) dengan KUD Usaha Jaya Bersama dan KUD Sumber Pangan, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Field Cepu Aset IV, membatasi jumlah pembelian minyak mentah dari sumur tua di Bojonegoro.

Saat ini, jumlah pembelian yang dilakukan Pertamina EP Field Cepu Aset IV sejumlah 50.000 liter per hari. Sedangkan jumlah produksi 27 ribu barel per hari (bph). Satu barel sama dengan 159 liter.

Ketua Asosiasi Penambang Rakyat (Aspera), Laryanto berharap PT Pertamina selaku pemilik hak mengelola sumur tua tak membatasi produksi penambang di sana. Sebeb hal itu akan merugikan penambang. Alasannya, pembelian dengan jumlah produksi tak sebanding karena lebih banyak tingkat produksi.

“Harapannya tak ada pembatasan agar produksi dari penambang bisa tertampung,” kata Laryanto.

Dia menyebutkan, jumlah penambang sumur tua di Kecamatan Kedewan dan Malo sebanyak 280. Dengan jumlah produksi yang dihasilkan sebanyak 15.000 bph dari Wonocolo dan 12.000 bph di wilayah Malo.

“Akibat pembatasan dan pemutusan kontrak itu, sekarangini hanya sekitar 50-70 orang yang mengelola sumur tua dari sekitar 100-an sumur tua di sana,” ujar Laryanto.

Aspera berharap setelah PT Pertamina memutus kontrak dua KUD tersebut, pihaknya bisa melakukan kontrak secara langsung dengan pertamina. Jika kontrak dilakukan secara langsung, maka pendapatan penambang bisa semakin besar.(dwi/*mcb)

Leave a Comment