Share

Siaga Dua, Lima Rumah di Bojonegoro Tergenang

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, telah menetapkan wilayahnya siaga II banjir Sungai Bengawan Solo. Saat ini tinggi muka air (TMA) mengalami tren kenaikan, Sabtu (4/4/2015). Hingga pukul 22.00 WIB, sudah lima rumah, puluhan hektar lahan pertanian, dan infrastruktur jalan mulai tergenang.

Bila tidak ada hujan, dimungkinkan malam ini puncak Bengawan Solo akan berlalu setelah dalam 4 jam, dari pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB. Di titik pantau Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro berada elevasi 14.59 dpl. Sementara Karang Nongko menunjukkan tren turun, pukul 15.00 WIB pada 28.00 dpl, turun ke 27.98 dpl pada pukul 18.00 WIB.

“Kesiagaan dan kewaspadaan berjalan normal. TNI, Polri, Pemkab, kecamatan, Pemdes, media, relawan dan warga terus bekerja bersinergi menggauli banjir,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto melalui blackberry messenger (BBM).

Sesuai data sementara yang diperoleh di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada sejumlah kecamatan mulai terdampak akibat meluapnya sungai terpanjang di Pulau Jawa itu. Di antaranya Kecamatan Bojonegoro adalah Kelurahan Ledok Wetan ada dua rumah dan dua jalan gang dekat bengawan tergenang. Kemudian di Kecamatan Kanor ada 46 hektar sawah yang berada di Desa Semambung, Piyak, Cangaan, dan Kabalan tergenang banjir.

Di Kecamatan Boureno, sebagian Dusun Pencol, Desa Kalisari, sebanyak tiga rumah tergenang setinggi 10 centi meter (cm) dan jalan desa sepanjang 1 kilo meter tergenang setinggi 20 cm. Di Kecamatan Balen banjir juga menggenangi sebagian area perswahan pasca panen di Desa Kedungdowo, Sekaran dan Pilang Gede.

Di Kecamatan Trucuk, banjir luapan Sungai Bengawan Solo juga menggenangi area persawahan habis dipanen, perkebunan dan jalan di tiga desa yakni Desa Sumbangtimun seluas 6 ha, Mori seluas 15 ha dengan tinggi genangan 10 cm dan 300 meter jalan, serta kebun jambu dan jagung di Desa Padang.

Sementara di Kecamatan Dander adalah Dusun Ngablak, Desa Ngulanan. Dengan dampak area tanaman padi seluas 25 Ha, pekarangan 3 Ha, jln pedesaan 150 meter tergenang.

“Kami terus memberikan spirit agar semua pihak waspada, siaga, kerja tepat, cepat, dan saling bahu membahu untuk memastikan seminimal mungkin kerugian dan korban,” tandas Suyoto.

Sementara itu, BPBD Bojonegoro belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian akibat banjir luapan Sungai Bengawan Solo tersebut. Karena saat ini prioritas yang dilakukan adalah pemantauan, penyiapan logistik dan penanganan. (Dwi/kominfo)

Leave a Comment