Share

Siap Hadapi Banjir, BPBD Bojonegoro Cek Doorlat

“Sudah kami peringatkan, ada sanksi tegas jika kayu doorlat hilang,” tambahnya. Disebutkan, di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro ada 104 pintu air yang terbagi di sepanjang Jl. Rajekwesi sebanyak 35 pintu dan sepanjang Jl. KH. Mas Mansyur hingga Jl. Jaksa Agung Suprapto sebanyak 69 pintu.

Bojonegoro (Media Center) – Memasuki musim penghujan di Kabupaten Bojonegoro berarti siap menghadapi banjir. Banjir tahunan yang berasal dari luapan air sungai Bengawan Solo tak jarang bisa menggenangi wilayah Kecamatan Bojonegoro.

Mengantisipasi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro telah melakukan pemeriksaan kayu doorlat yang disimpan di rumah-rumah penduduk yang berada di pintu air tersebut. “Kami telah memeriksa ada atau tidak kayu penutup doorlat di rumah-rumah penduduk yang tepat berada di pintu air, ternyata semua masih lengkap,” ujar Nadif Ulfa, Sekretaris BPBD Bojonegoro.

Ulfa mengaku, pemeriksaan ini rutin dilakukan, terutama saat memasuki musim penghujan dan menjelang banjir. Ia menjelaskan, akan ada sanksi jika tenyata warga penyimpan kayu penutup doorlat ini kehilangan kayu doorlat. Hal ini lantaran, kayu doorlat berfunsi sebagai penahan agar air luberan sungai Bengawan Solo tak memasuki wilayah Kecamatan Kota yang memang ketinggiannya di bawah permukaan sungai Bengawan Solo.

“Sudah kami peringatkan, ada sanksi tegas jika kayu doorlat hilang,” tambahnya. Disebutkan, di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro ada 104 pintu air yang terbagi di sepanjang Jl. Rajekwesi sebanyak 35 pintu dan sepanjang Jl. KH. Mas Mansyur hingga Jl. Jaksa Agung Suprapto sebanyak 69 pintu.(**mcb)

Leave a Comment