Share

Siapkan DAK Bosda Rp 2 juta Per tahun

Bojonegoro (Media Center) – Meski jatuh pada 2 Mei, Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Bojonegoro digelar Senin (4/5) pagi. Dalam upacara yang diikuti ribuan peserta mulai dari pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa ini, Bupati Bojonegoro, Suyoto menjadi Inspektur upacara.

Dalam upacara peringatan Hardiknas sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah, Suyoto mengungkapkan soal penataan dana abadi yang bersumber dari kandungan minyak bumi dan gas di Bojonegoro. Ia mengatakan, dari 1,2 juta penduduk Bojonegoro, 15% diantaranya hidup dalam kemiskinan. Karena itu untuk mensejahterakan masyarakat Bojonegoro membutuhkan terobosan-terobosan, tekad dan sinergitas seluruh elemen masyarakt Bojonegoro.

Ia juga mengutarakan keprihatinannya bahwa  1 dari 6 anak usia sekolah SMP dan Madsarah Tsanawiyah  atau usia 6-12 tahun di Bojonegoro ternyata masih belum menikmati waktu sekolah ataupun Drop out. Sedangkan 1 dari 3 anak usia sekolah SMA sederajat atau usia 13-15 tahun.  juga mengalami hal serupa. Lalu apa artinya kita membangun infrastruktur, menyediakan sangkar-sangkar yang indah  yang bagus namun banyak anak-anak kita yang tidak bisa menikmati pendidikan.

“Buat apa membangun sangkar yang indah namun hanya diisi oleh burung-burung emprit,” ujarnya.

Tahun ini, Pemkab memberikan stimulan sebesar Rp 500 ribu pada anak anak kelas X dan XI dibangku SMA sederajat dan Rp 250.000 untuk pelajar kelas XI SMA, SMK dan MA.

Bupati kelahiran Bakung, Kanor itu menambahkan, apabila bantuan ini dinilai efektif dan tepat dan dilakukan kajian, maka tahun depan alokasi Dana DAK akan ditingkatkan menjadi Rp 2 juta per tahun atau Rp 1  juta per semester. Ini diharapkan akan membawa daya dobrak kepada pelajar.

“Uang itu tidak akan membawa dampak apa-apa manakala orang tua dan masyarakat tidak mengingatkan anak-anak kita betapa pentingnya sekolah. Disinilah peran serta orang tua dan masyarakat untuk turut serta dalam upaya meningkatkan kualitas anak-anak kita,” lanjut Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Ia berharap, dengan cara ini, tiga tahun kedepan sudah tidak ada anak-anak Bojonegoro yang tidak lulus ataupun putus sekolah jenjang SMA sederajat. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, lanjut Bupati, apapun yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas pertanian tidak akan berarti apa-apa bila tidak didukung oleh anak-anak yang kreatif.

“Alam boleh dilanda banjir dan kekeringan, namun anak-anak Bojonegoro jauh melampui tantangan sumber daya alam itu. Anak-anak Bojonegoro adalah anak anak yang kini mengeyam pendidikan, SD, SMP dan SMA sederajat. Ditangan mereka inilah masa depan Bojonegoro nantinya,” pungkas Suyoto. (lya/*acw)

Leave a Comment