Share

Soal Perahu Padang, Balai Konservasi Borobudur Segera Surati BPCB Jatim

Bojonegoro (Media Center) – Setelah bangunan kolam yang mengelilingi bangkai Perahu Kuno di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro ambruk pada 15 Desember 2014 lalu, juru pelihara (Jupel) segera melaporkan pada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur selaku penanggungjawab pengelolaan perahu kuno tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada respon terkait keberlanjutan pengelolaan atau pemugaran perahu kayu satu-satunya yang ditemukan di sepanjang sungai Bengawan Solo.

Beberapa kunjungan dari pihak-pihak terkait, mulai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur hingga yang terakhi adalah kunjungan dari Tim Balai Konservasi Borobudur yang mengunjungi reruntuhan perahu pada Kamis (16/4/2015) kemarin. Tim yang datang didampingi oleh beberapa anggota dari komunitas pemerhati sejarah dan budaya, Banyu Nggawan Bodjanegara (BNB).

Rachmad, salah satu anggota BNB menyebutkan, pihaknya sangat menyayangkan kondisi perahu yang seolah tak mendapat perhatian dari pemerintah. Pria yang juga warga Desa Padang, Kecamatan Trucuk ini berharap, pemerintah segera mengambil langkah konservatif untuk mempertahankan sejarah perahu kuno ini.

“Sebagai warga sekitar tentu ingin sejarah yang ada di desa ini tetap terjaga,” ujarnya saat ditemui kanalbojonegoro.com, Jumat (17/04/2015).

Sementara itu, Nahar Cahyandaru dari Tim Balai Konservasi Borobudur saat mengunjungi situs perahu kuno Padang juga menyayangkan kondisi perahu yang saat ini telah hancur. Pihaknya akan segera menyurati BPCB Jawa Timur untuk segera melakukan rekontruksi atau pemugaran.

“Kondisi perahu sangat menyedihkan, segera akan kami laporkan pada BPCB Jatim untuk tindak lanjutnya,” lanjutnya.

Ia menuturkan, untuk mempertahankan keberadaan perahu kuno ini dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Dari awal pengangkatan perahu dari dasar sungai terpanjang di pulau Jawa ini berada di bawah naungan BPCB Jawa Timur yang bekerjasama dengan Disbudpar Bojonegoro yang menyediakan lahan 3000 meter persegi untuk lokasi perahu.

“Kami harap segera ada pemugaran dari BPCB Jatim dan perawatan selanjutnya bisa dilakukan oleh Pemkab,” tukasnya. (lya/*acw)

Leave a Comment